Minggu, 18 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Setelah Dua Tahun Pandemi, TN Tanjung Puting Melepasliarkan 13 Orangutan

Pelepasliaran satwa liar selama pandemi mengacu SE Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Nomor 8 Tahun 2022.

Kamis, 31 Maret 2022
A A
Pelepasliaran orangutan secara bertahap di TN Tanjung Puting. Foto menlhk.go.id.

Pelepasliaran orangutan secara bertahap di TN Tanjung Puting. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Setelah dua tahun pandemi Covid-19, sebanyak 13 orangutan dilepasliarkan secara bertahap di Balai Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Pelepasliaran dilakukan dengan prinsip kehati-hatian melalui pendekatan One Health dan mengacu Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor SE.8/KSDAE/KKH.2/5/2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar di Masa Pandemi Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan.

“Pelepasliaran tahap pertama dilaksanakan pada 26 Maret 2022 sebanyak lima individu orangutan di wilayah Sungai Buluh Kecil, TN Tanjung Puting,” kata Kepala Balai TN Tanjung Puting, Murlan Dameria Pane.

Baca Juga: Demi Kembali ke Hutan, Lanustika Menempuh 15 Jam Perjalanan

Pelepasliaran orangutan secara bertahap di TN Tanjung Puting. Foto menlhk.go.id.
Pelepasliaran orangutan secara bertahap di TN Tanjung Puting. Foto menlhk.go.id.

Kelima orangutan tersebut adalah Maxi (jantan, 12 tahun), Sembuluh (jantan, 18,5 tahun), Zattara (jantan, 19 tahun), serta induk dan anaknya, yaitu Enon (24,5 tahun) dan Ernie (jantan, 6,5 tahun). Pelepasliaran dilakukan Balai TN Tanjung Puting bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Tengah dan Orangutan Foundation International (OFI).

Menyusul kemudian dalam waktu dekat adalah pelepasliaran delapan orangutan lain di wilayah Sungai Butuh Kecil dan wilayah Natai Lengkus di TN Tanjung Puting. Mereka yang masuk daftar antrian adalah Ahad (jantan, 26,5 tahun), Lear (jantan,16 tahun), Rich (jantan,18 tahun), Ola (betina, 27,5 tahun), Olaf (jantan, 6,5 tahun), Mitchell (jantan, 18,5 tahun), Ling Ling (betina, 26,5 tahun) dan Rossy (jantan, 17,5 tahun).

Sebelum dilepasliarkan, belasan orangutan tersebut berasal dari hasil penyerahan masyarakat dan penyelamatan Tim Balai KSDA Kalimantan Tengah. Kemudian dititipkan dan dirawat di Orangutan Care Center and Quarantine OFI di Pangkalan Bun untuk direhabilitasi.

 Baca Juga: 8 Kali Keguguran, Badak Sumatra di TN Way Kambas Ini Akhirnya Berhasil Melahirkan

Kriteria orangutan layak untuk dilepasliarkan berdasarkan SE Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor SE.8/KSDAE/KKH.2/5/2020 adalah apabila sudah mampu mencari dan memilih jenis pakan di alam, mampu membuat sarang, tidak ada cacat fisik yang menyebabkannya sulit untuk beraktivitas, telah dinyatakan sehat melalui uji kesehatan, serta tes PCR dengan hasil negatif.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Kalimantan TengahCovid-19Konservasi orangutanorangutanOrangutan Foundation InternationalpandemiPelepasliaranPelepasliaran orangutansatwa liar yang dilindungiTN Tanjung Puting

Editor

Next Post
Progres pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk warga relokasi erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Kamis, 31 Maret 2022. Foto BNPB.

478 Keluarga Relokasi Semeru Akan Huni Huntap dan Huntara Sebelum Lebaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi koruptor sumber daya alam. Foto Robert_Anthony_Art/pixabay.com.Walhi Ingatkan Pilkada Tak Langsung Rawan Korupsi Sumber Daya Alam
    In News
    Minggu, 18 Januari 2026
  • Sinkhole di lahan warga di Dusun Kandri, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Foto desapucung.gunungkidulkab.go.id.Rekayasa Geoteknik Cegah Sinkhole yang Sering Terjadi di Kawasan Karst
    In IPTEK
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Ilustrasi interaksi kucing dengan manusia. Foto vaclavzavada/pixabay.com.Kucing Tak Akibatkan Infertilitas Manusia, Justru Makanan Jadi Sumber Utama
    In Rehat
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.idIndonesia Peringkat Kedua Rawan Bencana, Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Sumatra
    In Lingkungan
    Jumat, 16 Januari 2026
  • Peta area tambang PT Agincourt, WKP Sibual Buali, PLTA Batang Toru. Foto JATAM.KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra Utara Rp4,84 Triliun
    In News
    Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media