Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Solusi Sampah Pemerintah: Pembentukan Satgas dan Penghentian Open Dumping

Pemerintah minta pemda menjadi ujung tombak pengelolaan sampah, sekaligus pemerintah pusat janji akan hadir dengan kebijakan dan melakukan bersama.

Rabu, 12 Maret 2025
A A
Presiden Prabowo Subianto memimpin ratas dengan sejumlah menteri terkait pengelolaan sampah nasional di Jakarta, 12 Maret 2025. Foto Cahyo/BPMI Setpres.

Presiden Prabowo Subianto memimpin ratas dengan sejumlah menteri terkait pengelolaan sampah nasional di Jakarta, 12 Maret 2025. Foto Cahyo/BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Prabowo telah memerintahkan pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional yang berfokus pada infrastruktur serta penerapan kebijakan berbasis teknologi. Dalam hal ini, pemerintah pusat akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan ini secara terintegrasi.

“Kami ingin menghadirkan kebijakan yang komprehensif terintegrasi. Yang menjadi ujung tombak sebetulnya pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat akan hadir dengan kebijakan dan bersama-sama,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sebagai bagian dari upaya nasional, pemerintah juga akan menghadirkan gerakan nasional Indonesia bersih dari sampah. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan.

“Sekali lagi bukan hanya infrastrukturnya, bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana kesadaran masyarakat ini bisa terus kita bangun bersama-sama,” kata dia.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas solusi komprehensif penanganan dan pengelolaan sampah secara nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 12 Maret 2025. Menurut AHY, permasalahan sampah yang dihadapi di berbagai wilayah menjadi perhatian dan prioritas Presiden.

“Sampai hari ini, kami masih menghadapi berbagai permasalahan sampah di berbagai kota, kabupaten seluruh Indonesia. Masyarakat juga banyak yang sudah mengeluhkan permasalahan ini. Tentu kami tidak boleh diam,” ucap AHY.

Menurut AHY, rapat ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menangani permasalahan sampah yang makin kompleks. Salah satu upaya membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menangani persoalan sampah adalah melalui pendidikan dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah sejak dini di sekolah. Mulai dari kecil sampai dewasa harus ditanamkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah.

“Kami harus menghadirkan kesadaran dan kepedulian secara nasional,” kata AHY,” lanjutnya.

Pemerintah juga akan menerapkan teknologi dan menguatkan infrastruktur dalam menangani sampah dari hulu hingga hilir. AHY menyoroti kondisi sejumlah tempat pembuangan sampah yang sudah penuh serta dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Di sinilah harus hadir beberapa terobosan termasuk penggunaan teknologi dan infrastruktur yang fokus pada penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Dari mulai sumbernya rumah tangga, industri, sentra-sentra komersial dan semua yang memproduksi sampah,” jelas AHY.

Ia berharap pengelolaan sampah dapat ditangani dengan baik, mulai dari tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) hingga tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Sampah diharapkan bisa dihancurkan, sebagian bisa ditimbun, selebihnya benar-benar kami fokus pada recycle. Dikembalikan kepada produsen untuk bisa diproduksi komunitas tertentu, tapi juga pembakarannya bisa diubah menjadi listrik,” lanjut dia.

Metode open dumping harus dihentikan

Sementara Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan penting komitmen pemda dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Hal ini disampaikannya dalam

“Pemda harus mengambil peran utama melalui inovasi dan aktif melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah, khususnya dalam pemilahan sampah di tingkat rumah tangga,” ujar Dody dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Infrastruktur Pengelolaan Sampah Terpadu yang dipimpin AHY di Jakarta, Selasa, 11 Maret 2025.

Ia mencontohkan keberhasilan TPA Benowo Surabaya yang sukses mengubah sampah menjadi energi Listrik. Juga TPA Banyumas yang memproduksi kompos dan bahan bakar Refuse Derived Fuel (RDF).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: open dumpingsanitary landfillsatgas percepatan pengelolaan sampah nasionalTPATPST

Editor

Next Post
Kapal perikanan di Indonesia. Foto Dok. KKP.

Kapal Perikanan Berbahan Kayu Perlu Modernisasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media