Sabtu, 6 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Solusi Sampah Pemerintah: Pembentukan Satgas dan Penghentian Open Dumping

Pemerintah minta pemda menjadi ujung tombak pengelolaan sampah, sekaligus pemerintah pusat janji akan hadir dengan kebijakan dan melakukan bersama.

Rabu, 12 Maret 2025
A A
Presiden Prabowo Subianto memimpin ratas dengan sejumlah menteri terkait pengelolaan sampah nasional di Jakarta, 12 Maret 2025. Foto Cahyo/BPMI Setpres.

Presiden Prabowo Subianto memimpin ratas dengan sejumlah menteri terkait pengelolaan sampah nasional di Jakarta, 12 Maret 2025. Foto Cahyo/BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

“Komitmen dan inovasi pemda adalah kunci utama pengelolaan sampah. Masyarakat juga wajib berperan aktif dalam pemilahan sampah sejak dari rumah tangga,” jelas Dody.

Ia juga menyoroti tantangan tipping fee dalam pengelolaan sampah. Sarannya, menerapkan kebijakan yang melibatkan semua pemangku kepentingan melalui konsep polluter pays principle (3P), di mana pihak yang menghasilkan sampah turut bertanggung jawab dalam menanggung biaya pengelolaan.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah menargetkan pengolahan 38 persen dari total sampah secara efektif. Upaya ini untuk mencegah terjadinya kelebihan kapasitas TPA, mengingat proyeksi volume sampah pada tahun 2045 diprediksi mencapai 82 juta ton per tahun.

Kementerian PU hingga 2024 telah membangun 145 TPA dengan metode sanitary landfill. Juga membangun sejumlah fasilitas pengolahan sampah, seperti TPS3R dan TPST menggunakan teknologi biokonversi, seperti Black Soldier Fly dan RDF, untuk memaksimalkan pengurangan volume sampah.

“Metode open dumping harus segera dihentikan karena berisiko tinggi mencemari lingkungan, sesuai rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup,” tegas Dody.

Sedangkan TPS3R harus diterapkan secara konsisten di semua wilayah. Kota-kota besar dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari akan diarahkan menggunakan teknologi waste to energy, sementara kota lain bisa menggunakan TPST atau TPA sanitary landfill.

“Tidak cukup hanya mengurangi sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga memaksimalkan konsep Waste to Energy,” imbuh AHY.

Janji totalitas untuk negara

Prabowo menerima kunjungan Pandawara Group di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 11 Maret 2025. Pandawara Group menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, termasuk terkait perizinan dalam pengangkutan sampah dari sungai. Mereka juga sempat membahas kondisi lingkungan di Indonesia, termasuk banjir besar yang baru-baru ini melanda Jabodetabek.

“Indikator utama banjir itu bukan hanya soal sampah, tapi ada alih fungsi saluran air. Itu jadi dua indikator utama kenapa banjir selalu melanda kota-kota besar seperti itu. Jadi memang untuk menyelesaikan masalah ini butuh keseriusan dan keberlanjutan,” kata anggota Pandawara Group, Gilang.

Ke depan, Pandawara Group ingin memperluas gerakan ke skala nasional dengan lebih melibatkan anak muda dalam aksi lingkungan. Pandawara juga berharap gerakan ini dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya agar lebih peduli lingkungan.

“Harapannya, undangan ini bisa menjadi contoh ataupun pengingat untuk seluruh pemuda di Indonesia agar bisa lebih peduli lingkungan, karena lingkungan juga yang memberikan kita kehidupan,” ucap dia.

Pihaknya memiliki rencana untuk menggelar aktivitas berskala besar guna mengatasi permasalahan sampah dari hulu ke hilir. Ia juga mengklaim gerakan Pandawara Group didedikasikan untuk Indonesia.

“Pokoknya gerakan itu memang kami dedicate for this country. Kami benar-benar mau, benar-benar all out dan totalitas untuk masalah persampahan Indonesia. Sebuah gerakan, insyaallah,” janji dia. [WLC02]

Sumber: BPMI Setpres, Kementerian PU

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: open dumpingsanitary landfillsatgas percepatan pengelolaan sampah nasionalTPATPST

Editor

Next Post
Kapal perikanan di Indonesia. Foto Dok. KKP.

Kapal Perikanan Berbahan Kayu Perlu Modernisasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Rakor kesiapsiagaan menghadapi kemaru 2026 di Jawa Barat. Foto Dok. BMKG.Antisipasi Kekeringan 2026, TNI AD Pilih Lakukan Pengeboran Sumur
    In News
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Ilustrasi bandara antariksa. Foto www.gov.u.LBH Papua Kecam Rencana Pengukuran Lokasi Bandar Antariksa di Biak Numfor
    In News
    Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media