Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Status Anak Krakatau Masih Siaga, Gunung Karangetang Turun Jadi Waspada

Jumat, 1 Desember 2023
A A
Status Gunung Karangetang di Sulawesi Utara turun menjadi Waspada pada 30 November 2023. Foto Magma Indonesia.

Status Gunung Karangetang di Sulawesi Utara turun menjadi Waspada pada 30 November 2023. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Karangetang merupakan gunung api strato yang secara geografis terletak pada posisi koordinat 20 47’Lintang Utara dan 1250 24′ Bujur Timu. Gunung dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut itu secara administratif berada di Pulau Siau di wilayah Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. Secara visual dan instrumental, gunung api ini bisa diamati dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah.

Penurunan status itu antara berdasarkan pengamatan visual Perioda 1 – 28 November 2023. Bahwa aktivitas erupsi secara visual tidak terjadi, guguran lava dari kawah utama tidak teramati, baik siang maupun malam, sinar api masih tampak maksimum 10 meter di atas kubah. Kondisi kawah utara teramati asap kawah putih tipis hingga sedang tinggi maksimum 200 meter. Pada malam hari masih tampak ada api diam di tubuh kubah lava, guguran tidak teramati.

Sedangkan pengamatan instrumental kegempaan periode 1 – 28 November 2023 terekam 5 kali gempa guguran, 90 kali gempa hembusan, 68 kali gempa hybrid (fase banyak), 19 kali gempa vulkanik dalam, 4 kali gempa tektonik lokal, 2 kali gempa terasa skala lI – IV MMI dan 192 kali gempa tektonik jauh, serta 1 kali gempa tremor menerus.

Baca Juga: Walhi: Proyek Tol Yogya-Solo Akibatkan Tambang Liar dan Langgar Tata Ruang

“Jadi aktivitas vulkanik menunjukan penurunan. Gempa guguran yang menjadi indikasi erupsi efusif (luncuran lava) juga menurun. Suplai magma juga berkurang,” jelas Hendra.

Sementara Data RSAM (real seismic amplitude measurement) menunjukan penurunan sejak 27 November 2023. Begitu pula data deformasi (Tiltmeter) terlihat pada sumbu Y dan sumbu X menunjukan deflasi, sehingga aktivitas vulkanik Gunung Karangetang menurun. Berdasarkan rekaman anomali panas yang terdeteksi citra satelit Terra dan Aqua di permukaan kawah Karangetang menunjukan penurunan berada pada level low sejak September 2023.

“Dengan rekomendasi yang disesuaikan,” ujar Hendra Gunawan di Bandung pada 30 November 2023.

Baca Juga: Kisah Badak Delilah, Sempat Henti Nafas Semenit Usai Lahir

Meski demikian, masyarakat dan wisatawan tetap tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 km dari kawah utama (selatan) dan kawah II (utara), serta sektoral 2,5 km pada arah barat daya dan selatan. Mengingat potensi adanya awan panas guguran dimana kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu-waktu dapat rubuh atau longsor bersamaan dengan keluarnya lava.

“Masyarakat sekitar dianjurkan untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu,” imbuh Hendra. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM, Magma Indonesia

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aktivitas vulkanikGunung Anak KrakatauGunung Karangetanglevel SIAGAlevel WaspadaPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Luncuran awan panas Gunung Merapi pada 1 Desember 2023 malam. Foto CCTV BPPTKG - Badan Geologi.

Hujan Abu di Boyolali dan Magelang Akibat Awan Panas Merapi 2 Kilometer

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media