Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Badak Delilah, Sempat Henti Nafas Semenit Usai Lahir

Badak Delilah tak hanya badak betina yang kuat secara fisik. Saat lahir dan melahirkan pun punya kisah unik. Seperti apa kisahnya?

Selasa, 28 November 2023
A A
Badak Delilah, badak sumatera yang baru saja melahirkan pada 25 November 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Badak Delilah, badak sumatera yang baru saja melahirkan pada 25 November 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Delilah, badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) berkelamin betina yang barusan melahirkan badak jantan lahir di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK) pada 25 November 2023, ternyata punya kisah unik. Delilah lahir dari rahim induknya, Ratu, pada 12 Mei 2016 pukul 05.40 WIB dengan posisi lahir presentasi posterior alias sungsang. Dimana kaki belakang keluar lebih dahulu, bukan kepalanya.

Bahkan Delilah kecil sempat menunjukkan tanda-tanda tak bernapas selama hampir satu menit setelah kelahirannya. Kondisi itu membuat tim dokter hewan dan petugas satwa SRS TNWK merasa cemas.

“Satu menit dirasakan sangat lama bagi semua anggota tim yang terlibat dalam proses persalinan,” kenang Koordinator Tim Dokter Hewan SRS TNWK, dokter hewan Zulfi Arsan saat mengisahkan proses kelahiran Delilah.

Baca Juga: Selasa Ini, Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Kali

Syukurlah, kecemasan itu tak berlanjut. Delilah kecil bisa bernafas. Proses pemulihannya pun cepat. Bahkan bayi badak itu mulai berjalan pada pukul 06.37 WIB dan menyusu pertama kali pada induknya pada pukul 07.37 WIB.

Ketangguhan bayi badak itu membuat Presiden Joko Widodo memberinya nama Delilah pada 27 Juli 2016. Beragam tafsir muncul terkait penamaan tersebut. Pertama, Delilah merupakan kekasih manusia kuat bernama Samson. Nama ini mengingatkan kisah legenda yang difilmkan, Samson and Delilah. Kedua, nama Delilah disadur dari bahasa Arab, “Di’l Allah” yang dalam bahasa Indonesia berarti anugerah dari Allah. Dan ketiga, ada juga tafsiran dalam bahasa Jawa, yaitu Ndelalah kersaning Allah, yang artinya keajaiban atas karunia Allah.

“Apapun tafsirnya, Delilah telah membuktikan dia adalah badak betina yang kuat dan penuh anugerah,” kata Plt. Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Hermawan.

Baca Juga: Wisli Sagara, Promosikan Kayuh untuk Bumi dengan Bersepeda Bambu

Selain anugerah saat kelahirannya, juga proses Delilah melahirkan anak pertamanya berlangsung di alam terbuka, bukan di dalam kandang perawatan (boma). Bahkan proses kelahiran anaknya tanpa campur tangan tim dokter hewan maupun penjaga satwa.

Bermula dari kabar penjaga badak Delilah, Edi Parwito atau akrab disapa Parlan, bahwa Delilah telah melahirkan di dalam hutan sekitar pukul 08.19 WIB. Setelah dipastikan yang bersama Delilah benar-benar anak badak, tim dokter hewan langsung menuju lokasi. Parlan juga menyampaikan anak Delilah berjenis kelamin jantan dan dalam kondisi baik-baik saja bersama induknya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badak Delilahbadak sumateraDicerorhinus sumatrensisKLHKSuaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas

Editor

Next Post
Sebuah bukit di Kecamatan Seyegan, Sleman yang dipangkas untuk diambil materialnya. Foto wanaloka.com.

Walhi: Proyek Tol Yogya-Solo Akibatkan Tambang Liar dan Langgar Tata Ruang

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media