Kamis, 7 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Status Gunung Lewotobi Laki-laki Turun Menjadi Siaga

Senin, 29 Januari 2024
A A
Status Gunung Lewotobi Laki-laki turun menjadi siaga. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Status Gunung Lewotobi Laki-laki turun menjadi siaga. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur menjadi “Siaga” Level III dari sebelumya status “Awas” atau Level III. Penurunan status dilakukan PVMBG usai memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunungapi Lewotobi Laki-laki yang terus mengalami penurunan.

“Pengamatan secara visual dan kegempaan pada periode selama 23 – 29 Januari 2024, menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik G. Lewotobi Laki-laki cenderung menurun,” ujar Kepala PVMBG Hendra Gunawan di Bandung, Senin, 29 Januari 2024.

Indikasi menurunnya aktivitas vulkanik juga tercermin dari adanya penurunan intensitas gempa vulkanik dalam. Ada indikasi penurunan suplai magma dan tinggi kolom erupsi menurun dari rata-rata 1.500 meter menjadi 500 meter di atas puncak,” ujar Kepala PVMBG Hendra Gunawan di Bandung, Senin, 29 Januari 2024.

Baca Juga: Analisa BMKG Masih Ada Potensi Hujan Terjadi Awal Februari 2024

PVMBG mengamati, sebenarnya awan panas guguran masih terjadi dengan jarak luncur rata-rata 1 km dan maksimal 2 km dari pusat erupsi. Namun pergerakan aliran lava di arah timur laut cenderung melambat karena berkurangnya suplai magma dan telah mencapai daerah topografi yang landai.

“Gempa-gempa pada periode ini didominasi gempa permukaan yang menandakan magma sudah mencapai permukaan dan sebagian keluar dari kawah. Terekamnya gempa hybrid menunjukkan terjadi pertumbuhan kubah lava dengan laju rendah,” lanjut Hendra.

Selain data-data penurunan aktivitas vulkanik di atas, PVMBG juga mencatat ada penurunan data kegempaan. Jumlah gempa erupsi dari sebelumnya 15-25 kejadian setiap hari, saat ini hanya 3-5 kejadian setiap hari. Jarak luncur awan panas guguran juga berkurang dari sebelumnya mencapai hingga 2 km. Saat ini, jarak luncur awan panas guguran rata-rata sekitar 1 km. Luncuran guguran awan panas dan lava mash mengarah pada sektor utara-timur laut dan timur laut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas vulkanikGunung Lewotobi Laki-lakiNusa Tenggara TimurPVMBG Badan GeologiStatus Siaga

Editor

Next Post
Guru Besar SDA dan Lingkungan UGM, Prof. Agus Maryono. Foto ums.ac.id.

Agus Maryono, Kelola Air Hujan Menjadi Air Bersih untuk Atasi Krisis Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media