Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Status Gunung Lewotobi Laki-laki Turun Menjadi Siaga

Senin, 29 Januari 2024
A A
Status Gunung Lewotobi Laki-laki turun menjadi siaga. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Status Gunung Lewotobi Laki-laki turun menjadi siaga. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur menjadi “Siaga” Level III dari sebelumya status “Awas” atau Level III. Penurunan status dilakukan PVMBG usai memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunungapi Lewotobi Laki-laki yang terus mengalami penurunan.

“Pengamatan secara visual dan kegempaan pada periode selama 23 – 29 Januari 2024, menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik G. Lewotobi Laki-laki cenderung menurun,” ujar Kepala PVMBG Hendra Gunawan di Bandung, Senin, 29 Januari 2024.

Indikasi menurunnya aktivitas vulkanik juga tercermin dari adanya penurunan intensitas gempa vulkanik dalam. Ada indikasi penurunan suplai magma dan tinggi kolom erupsi menurun dari rata-rata 1.500 meter menjadi 500 meter di atas puncak,” ujar Kepala PVMBG Hendra Gunawan di Bandung, Senin, 29 Januari 2024.

Baca Juga: Analisa BMKG Masih Ada Potensi Hujan Terjadi Awal Februari 2024

PVMBG mengamati, sebenarnya awan panas guguran masih terjadi dengan jarak luncur rata-rata 1 km dan maksimal 2 km dari pusat erupsi. Namun pergerakan aliran lava di arah timur laut cenderung melambat karena berkurangnya suplai magma dan telah mencapai daerah topografi yang landai.

“Gempa-gempa pada periode ini didominasi gempa permukaan yang menandakan magma sudah mencapai permukaan dan sebagian keluar dari kawah. Terekamnya gempa hybrid menunjukkan terjadi pertumbuhan kubah lava dengan laju rendah,” lanjut Hendra.

Selain data-data penurunan aktivitas vulkanik di atas, PVMBG juga mencatat ada penurunan data kegempaan. Jumlah gempa erupsi dari sebelumnya 15-25 kejadian setiap hari, saat ini hanya 3-5 kejadian setiap hari. Jarak luncur awan panas guguran juga berkurang dari sebelumnya mencapai hingga 2 km. Saat ini, jarak luncur awan panas guguran rata-rata sekitar 1 km. Luncuran guguran awan panas dan lava mash mengarah pada sektor utara-timur laut dan timur laut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas vulkanikGunung Lewotobi Laki-lakiNusa Tenggara TimurPVMBG Badan GeologiStatus Siaga

Editor

Next Post
Guru Besar SDA dan Lingkungan UGM, Prof. Agus Maryono. Foto ums.ac.id.

Agus Maryono, Kelola Air Hujan Menjadi Air Bersih untuk Atasi Krisis Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media