Jumat, 31 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Suadi, Kebijakan Hilirisasi Perikanan Perlu Perhatikan Kesejahteraan Nelayan

Kebijakan hilirisasi dilakukan dengan memperbaiki distribusi ikan agar hasil tangkap nelayan dapat dipasarkan dengan baik, bukan memicu persaingan skala makro dan mikro.

Jumat, 8 November 2024
A A
Guru Besar Bidang Ilmu Perikanan dari Fakultas Pertanian UGM, Prof. Suadi. Foto LinkedIn.

Guru Besar Bidang Ilmu Perikanan dari Fakultas Pertanian UGM, Prof. Suadi. Foto LinkedIn.

Share on FacebookShare on Twitter

Tak tanggung-tanggung, negara seperti Amerika Serikat mengimpor ikan segar hingga 396,6 ton atau setara dengan US$4,05 juta. Kemudian produk seperti tuna, cakalang, dan gurita aktif diimpor Jepang dengan nilai 1,67 ribu ton atau sekitar US$10,88 juta. Melimpahnya komoditas hasil ikan segar Indonesia menyimpan potensi besar yang mampu mendobrak perekonomian.

Baca Juga: Warga Direlokasi Lebih 7 Kilometer dari Puncak Gunung Lewotobi Laki-laki

Sedangkan untuk sektor tambak atau akuakultur, perlu meningkatkan nilai tambah melalui sentuhan teknologi. Faktanya, budidaya rumput laut merupakan budidaya terbesar di Indonesia. Namun upaya untuk memberikan nilai tambah pada produk rumput laut masih sepertiga dari total produksi. “Belum lagi petani lokal harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan raksasa yang juga memasok rumput laut dari dalam negeri,” papar dia.

Upaya hilirisasi perikanan dapat dilakukan mulai dari proses awal produksi sampai ke tingkat pasar. Sebab, kepentingan produsen dalam negeri seperti nelayan juga perlu dilindungi agar tidak menimbulkan jurang ketimpangan dan masalah sosial baru di industri perikanan.

Yang tidak kalah penting, isu eksploitasi laut semakin marak muncul akibat penangkapan berlebihan. Sejak 2017, pertumbuhan ikan tangkap laut lepas tidak sampai 6 persen. Padahal penangkapan ikan terus dilakukan dalam skala mikro maupun makro.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, La Nina Tingkatkan Potensi Hujan Lebat Hingga Awal 2025

“Ketidakseimbangan antara ketersediaan ikan dan permintaan pasar menyebabkan produksi ikan melambat. Karenanya, aspek keberlanjutan perlu diperhatikan pemerintah dalam mengelola hilirisasi,” kata dia.

Selain itu, membuka investasi untuk hilirisasi tetap dibutuhkan, namun harus ada perlindungan bagi nelayan agar tidak terjadi ketimpangan yang menekan kesejahteraan nelayan. Sebab saat ini 20-30 persen produksi nelayan tidak dapat diserap baik oleh pasar. Kondisi ini menyebabkan pendapatan nelayan sangat rendah.

“Jika kebijakan hilirisasi ini dilakukan dengan memperbaiki rantai dingin (distribusi ikan) agar hasil tangkap nelayan dapat dipasarkan dengan baik, maka itu bagus. Tapi jika justru menimbulkan persaingan antara skala makro dan mikro, ini akan menjadi masalah,” jelas Suadi. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: eksploitasi lautGuru Besar Ilmu Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan UGM Prof. Suadihilirisasi perikananperikanan tangkap

Editor

Next Post
Ilustrasi makanan vegetarian. Foto JillWellington/pixabay.com.

Surat Komunitas Vegan untuk Prabowo, Percepat Upaya Atasi Pemanasan Global

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media