Hasil survei juga menunjukkan ada tantangan serius terhadap upaya pelestarian kedua spesies tersebut. Penurunan populasi Orangutan Sumatera dibandingkan baseline tahun 2011 serta tingginya kerentanan Orangutan Tapanuli di bentang alam Batang Toru menjadi pengingat bahwa upaya konservasi harus terus diperkuat melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, perlindungan habitat, penegakan hukum, serta kolaborasi lintas sektor.
Sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Kehutanan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem terus memperkuat upaya menjaga kelestarian fungsi ekologis keanekaragaman hayati, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, serta memperkuat tata kelola perlindungan keanekaragaman hayati di dalam maupun di luar kawasan hutan melalui pengembangan areal preservasi.
Pelaksanaan survei populasi dan penyusunan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional.
Empat orangutan Sumatera dilepasliarkan ke Jambi
Sebanyak empat individu Orangutan Sumatera hasil rehabilitasi di Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Orangutan (PKRO) Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) Sibolangit diserahterimakan untuk dilepasliarkan ke kawasan reintroduksi orangutan di Provinsi Jambi. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki didampingi Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke PKRO SOCP Sibolangit dan Orangutan Haven, Sumatera Utara.
Keempat orangutan tersebut telah menyelesaikan seluruh tahapan rehabilitasi, mulai dari penyelamatan, karantina, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi perilaku, hingga dinyatakan siap untuk kembali hidup di habitat alaminya. Pelepasliaran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Kehutanan dalam memulihkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di alam liar.
Berdasarkan data PKRO SOCP, hingga saat ini tercatat 472 individu orangutan telah menjalani rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, 360 individu berhasil dilepasliarkan, terdiri atas 214 individu di Jambi dan 146 individu di Jantho, Aceh. Keberhasilan program reintroduksi juga ditandai dengan lahirnya 10 individu orangutan di kawasan Jantho, yang menunjukkan keberhasilan adaptasi dan reproduksi satwa hasil rehabilitasi di habitat alaminya. [WLC02]
Sumber: Kementerian Kehutanan






Discussion about this post