Kamis, 13 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Suwardi, Jika Gurun Pasir Bisa Dihijaukan, Lahan Marginal Indonesia pun Bisa Dipulihkan

Kuncinya adalah memadukan inovasi teknologi tanah, kemauan politik, dukungan industri, dan partisipasi aktif petani.

Sabtu, 16 Agustus 2025
A A
Guru Besar Pertanian IPB University. Foto @suwardi_soil/instagram.

Guru Besar Pertanian IPB University. Foto @suwardi_soil/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Setiap tahun, sekitar 140 ribu hektare lahan pertanian produktif hilang akibat alih fungsi menjadi kawasan industri, perumahan, dan infrastruktur, mengancam ketahanan pangan nasional.

Saat ini, hampir 82 persen daratan Indonesia atau sekitar 157 juta hektare tergolong lahan marginal dengan produktivitas rendah akibat kendala fisik, kimia, dan biologi tanah.

“Inovasi teknologi tanah dinilai menjadi kunci untuk mengubah jutaan hektare lahan marginal di Indonesia menjadi sumber pangan produktif dan berkelanjutan,” ungkap Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof, Suwardi dalam acara Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, Kamis, 14 Agustus 2025.

Baca juga: Film Dokumenter tentang Bahaya Limbah Tailing Nikel di Morowali Diluncurkan

Teknologi tanah memegang peran sentral dalam pertanian regeneratif. Sistem ini dapat memulihkan kesehatan tanah, meningkatkan keanekaragaman hayati, menjaga kestabilan iklim, dan memproduksi pangan secara berkelanjutan.

“Jika gurun di belahan dunia lain dapat dihijaukan, lahan marginal Indonesia pun bisa dipulihkan,” kata dia optimistis.

Kuncinya adalah memadukan inovasi teknologi tanah, kemauan politik, dukungan industri, dan partisipasi aktif petani.

Baca juga: Spirit Api dalam Sistem Perladangan Berputar Bergeser Jadi Cara Mudah Membuka Lahan

Lebih dari dua dekade ia melakukan penelitian soal itu. Hasilnya berupa inovasi pemulihan tanah, seperti penggunaan kompos, kapur, biochar, bahan humat, dan zeolit. Kombinasi teknologi ini membuah hasil positif.

Teknologi ini terbukti meningkatkan hasil padi di tanah sulfat masam di Jambi dari 1–2 ton/ha menjadi 5–6 ton/ha. Bahkan mengoptimalkan lahan gambut dan bekas tambang untuk kelapa, kelapa sawit, dan hutan tanaman industri.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: inovasi teknologilahan marginalProf. Suwardi

Editor

Next Post
Warga Bobo di Kabupaten Halmahera Selatan menolak ekspansi penambangan nikel ke desanya, 14 Agustus 2025. Foto Gerakan Save Bobo.

Warga Bobo di Halmahera Selatan Menolak Ekspansi Penambangan Nikel

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media