Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Suwardi, Jika Gurun Pasir Bisa Dihijaukan, Lahan Marginal Indonesia pun Bisa Dipulihkan

Kuncinya adalah memadukan inovasi teknologi tanah, kemauan politik, dukungan industri, dan partisipasi aktif petani.

Sabtu, 16 Agustus 2025
A A
Guru Besar Pertanian IPB University. Foto @suwardi_soil/instagram.

Guru Besar Pertanian IPB University. Foto @suwardi_soil/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Inovasi pemupukan seperti pupuk NPK–Zeolit berbasis Controlled Release Fertilizer (CRF) mampu meningkatkan hasil berbagai komoditas hingga 10–15 persen dibanding pupuk konvensional. Teknologi zeoponik memungkinkan tanaman bertahan hingga tiga minggu tanpa penyiraman intensif.

Baca juga: Cegah Diabetes dan Obesitas, Konsumsi 2-3 Sendok Teh Gula Pasir dan Perbanyak Buah

“Teknologi ini sangat membantu memulihkan hara pada tanah masam dan memulihkan degradasi bahan organik. Pengelolaannya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga tercapai efisiensi nutrisi yang lebih baik,” papar dia.

Manfaat teknologi tanah bersifat strategis, yakni dapat mengurangi tekanan pada lahan subur, meningkatkan kapasitas produksi nasional, serta memperbaiki kesejahteraan petani di daerah terpencil.

“Kesehatan tanah adalah cerminan kesehatan bangsa. Tanah yang sehat menghasilkan pangan berkualitas, mensejahterakan petani, dan memperkuat kedaulatan pangan,” tegas Suwardi.

Baca juga: Koalisi Tolak Penambangan Gamping di Kawasan Karst Sagea di Halmahera Utara

Meski potensinya besar, ia menyebut penerapan teknologi tanah masih terkendala sejumlah hal. Antara lain biaya yang tinggi, keterbatasan kapasitas teknis petani, dan kebijakan yang belum terintegrasi lintas sektor.

Ia merekomendasikan kolaborasi publik–swasta, pendidikan petani, serta pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) dan Decision Support System (DSS) untuk memastikan keberhasilan transformasi lahan marginal menuju pertanian regeneratif.

“Petani lokal juga mesti berkolaborasi dengan perusahaan besar, misalnya pada pengelolaan kebun sawit di lahan gambut agar posisinya tidak tersingkirkan,” harap dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: inovasi teknologilahan marginalProf. Suwardi

Editor

Next Post
Warga Bobo di Kabupaten Halmahera Selatan menolak ekspansi penambangan nikel ke desanya, 14 Agustus 2025. Foto Gerakan Save Bobo.

Warga Bobo di Halmahera Selatan Menolak Ekspansi Penambangan Nikel

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media