Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tak Hanya Lumpur Lapindo, Semua Permukaan Bumi Mengandung Logam Tanah Jarang

Kandungan logam tanah jarang dalam lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur rupanya punya nilai ekonomi tinggi. Logam itu menjadi bahan campuran untuk membuat pesawat dan baterai mobil listrik.

Senin, 31 Januari 2022
A A
Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Foto Facebook Lumpur Lapindo Sidoarjo.

Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Foto Facebook Lumpur Lapindo Sidoarjo.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur punya potensi kandungan logam tanah jarang. Logam tanah jarang bermanfaat untuk teknologi tinggi.

Dosen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) Ganden Supriyanto menjelaskan, logam tanah jarang punya manfaat penting terkait beberapa bidang tertentu, seperti bidang meterologi untuk campuran logam pembuatan pesawat luar angkasa, lampu energi tinggi, dan semi konduktor.

“Logam tersebut sangat mahal. Jauh lebih mahal dibandingkan emas dan platina,” ucap Ganden sebagaimana dilansir dalam laman unair.go.id. pada 26 dan 28 Januari 2022.

Baca Juga: Dua Raptor Dilepasliarkan di Gunungkidul, Lima Satwa Dievakuasi dari Rumah Bupati Langkat

Dalam rumus kimia sistem periodik, logam tanah jarang (rare earth) merupakan jenis logam lantanida dan aktinida yang meliputi beberapa logam di dalamya seperti litium dan scandium. Logam tanah jarang juga disebut sebagai logam transisi. Logam itu pula yang ditemukan di lumpur Lapindo Sidoarjo.

Selama ini, litium banyak digunakan sebagai bahan pembuatan baterai, terutama baterai mobil listrik. Temuan logam itu terhitung penting terkait keharusan semua kendaraan bebas emisi ke depannya, sehingga mobil listrik lebih banyak digunakan.

Baca Juga: Mengenal Persoalan Energi dari Hulu ke Hilir Bersama Walhi Yogyakarta

Sedangkan scandium banyak digunakan untuk bahan pembuatan lampu berteknologi tinggi, karena logam scandium memiliki daya tahan yang kuat. Logamnya tidak meleleh, meskipun lampu tersebut memiliki watt yang sangat tinggi. Selain dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan lampu berteknologi tinggi, scandium juga banyak digunakan untuk semi konduktor.

“Penemuan logam tanah jarang di Lumpur Lapindo Sidoarjo memiliki potensi pemanfaatan yang sangat besar karena bernilai tinggi dan sangat penting untuk teknologi tinggi ke depan,” kata Ganden.

Satu kilogram lumpur mengandung 100 gram logam tanah jarang

Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Foto Facebook Lumpur Lapindo Sidoarjo.
Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Foto Facebook Lumpur Lapindo Sidoarjo.

Sebenarnya, kabar tentang potensi logam tanah jarang di Lumpur Lapindo Sidoarjo sudah lama diketahui, tetapi sangat tertutup sehingga masyarakat dan media pun belum banyak yang mengetahui.

Gaden mendapatkan informasi dan data mengenai kandungan logam tanah jarang tersebut dari lumpur Lapindo yang diteliti di China. Data itu menyebutkan, kandungan logam tanah jarang di sana tinggi.

“Kan sudah kami analisakan di China. Memang terlihat logam tanah jarangnya tinggi di daerah tersebut,” jelas Ganden.

Baca Juga: Indonesia-Jepang Kerja Sama Transisi Energi, Investasi akan Dipermudah

Beberapa tahun lalu, salah satu kelompok karang taruna mengajukan izin eksplorasi logam tanah jarang di lumpur Lapindo kepada Gubernur Jawa Timur Imam Utomo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: baterai mobil listrikKementerian ESDMlitiumlogam tanah jaranglumpur Lapindo SidoarjoscandiumUnair

Editor

Next Post
Makanan bergizi. Foto ugm.ac.id.

Begini Cara Memilih Makanan yang Aman Ala Pakar Gizi

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media