Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tanam Mangrove di Teluk Pang Pang dan Nikmati Matahari Terbit di Gunung Ijen

Banyuwangi kaya dengan wisata alamnya. Tak sekedar berwisata, sekaligus melakukan aktivitas konservasi lingkungan di sana.

Sabtu, 15 Oktober 2022
A A
Mahasiswa SIKIA Unair dan mahasiswa Jerman mendaki Gunung Ijen, Banyuwangi, 2 Oktober 2022. Foto unair.ac.id

Mahasiswa SIKIA Unair dan mahasiswa Jerman mendaki Gunung Ijen, Banyuwangi, 2 Oktober 2022. Foto unair.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Teluk Pang-Pang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pernah mengalami kerusakan ekosistem pada 1980-an akibat alih fungsi lahan. Hingga 1994 mulai dilakukan restorasi oleh masyarakat lokal. Kini kawasan seluas 500 hektare yang dihuni 13 spesies fauna hidup di dalamnya berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Teluk Pang Pang menjadi salah satu jujugan inbound internasional yang diadakan Pengabdian Masyarakat Internasional Universitas Airlangga (Unair) berkolaborasi dengan Universitas Dhayana Pura (Undhira). Bersama mahasiswa Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Banyuwangi, mahasiswa Honchule Heillbrone University Jerman mengikuti Multi Culture Programs Tour De Essential Areas of Pang-Pang Bay Animal Aquatic and Terrestrial Monitoring. Mereka diajak berkeliling Bumi Blambangan selama tiga hari, 29 September – 1 Oktober 2022, mulai dari penjelajahan perkotaan, pesisir, dan gunung.

Baca Juga: Jam Boros Listrik Pukul Lima Sore Sampai Delapan Malam

Di teluk ini, mahasiswa menanam mangrove. Juga dikenalkan beberapa jenis mangrove dan beragam makhluk hidup yang ada disana, mulai dari flamingo java dan berbagai fauna lainnya

“Untuk mengembalikan istilah Indonesia sebagai paru-paru dunia. Karena banyak kerusakan terjadi di kawasan hutan di jantung pulaunya. Mangrove menjadi pilihan alternatif yang menguntungkan bagi dunia terestrial,” kata Ketua Pelaksana, Suciyono di Geopark Ijen, 2 Oktober 2022.

Kegiatan tersebut, Suciyono melanjutkan, merupakan implementasi pengembangan lingkungan yang adaptif dan tepat guna. Serta mendukung terlaksanakannya SDGs nomor 13 tentang penanganan perubahan iklim dan 14 tentang ekosistem laut di kawasan terestrial.

Baca Juga: KlikDokter Gelar RunFest di Yogyakarta 30 Oktober 2022

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung IjenKabupaten Banyuwangimenanam mangroveTeluk Pang PangUnair

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UGM, Prof. Sri Nuryani Hidayah Utami. Foto penerbitdeepublish.com

Sri Nuryani Hidayah: Sejarah Lahan Gambut untuk Pertanian Sudah Ratusan Tahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media