Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tanam Mangrove di Teluk Pang Pang dan Nikmati Matahari Terbit di Gunung Ijen

Banyuwangi kaya dengan wisata alamnya. Tak sekedar berwisata, sekaligus melakukan aktivitas konservasi lingkungan di sana.

Sabtu, 15 Oktober 2022
A A
Mahasiswa SIKIA Unair dan mahasiswa Jerman mendaki Gunung Ijen, Banyuwangi, 2 Oktober 2022. Foto unair.ac.id

Mahasiswa SIKIA Unair dan mahasiswa Jerman mendaki Gunung Ijen, Banyuwangi, 2 Oktober 2022. Foto unair.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Dosen Akuakultur SIKIA itu juga mengenalkan jenis mangrove yang tepat ditanam di sana. Mengingat jenis mangrove harus disesuaikan dengan tekstur dan kondisi tanah daerah tersebut.

Hari terakhir, mereka melakukan pendakian Gunung Ijen. Gunung ini merupakan salah satu geopark kebanggaan Indonesia yang memiliki api biru di sekitar kawah aktifnya. Pesona Ijen dianggap terbaik di Bumi Blambangan. Mereka mulai mendaki pada pukul 03.30 WIB dan berhasil mencapai puncak untuk melihat matahari terbit di daerah the sunrise of java itu.

Baca Juga: Indonesia Jadi Ketua Pokja ASEAN tentang Bahan Kimia dan Sampah 2022-2025

Kegiatan tersebut ditutup dengan makan bersama di Sarine Cafe di Kecamatan Licin dengan hidangan khas Banyuwangi dan olahan mocktail dari hasil kreasi PPK Ormawa SIKIA.

Suciyono berharap, program yang mengacu pada pengembangan lingkungan tersebut dapat lebih berkembang. Tak hanya berkutat pada pengembangan pariwisata semata.

“Ke depan sustainability environmental dapat dilakukan lebih masif. Dan dapat berkolaborasi lebih dari satu universitas internasional,” ucap Suciyono. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gunung IjenKabupaten Banyuwangimenanam mangroveTeluk Pang PangUnair

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UGM, Prof. Sri Nuryani Hidayah Utami. Foto penerbitdeepublish.com

Sri Nuryani Hidayah: Sejarah Lahan Gambut untuk Pertanian Sudah Ratusan Tahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media