Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tanam Mangrove di Teluk Pang Pang dan Nikmati Matahari Terbit di Gunung Ijen

Banyuwangi kaya dengan wisata alamnya. Tak sekedar berwisata, sekaligus melakukan aktivitas konservasi lingkungan di sana.

Sabtu, 15 Oktober 2022
A A
Mahasiswa SIKIA Unair dan mahasiswa Jerman mendaki Gunung Ijen, Banyuwangi, 2 Oktober 2022. Foto unair.ac.id

Mahasiswa SIKIA Unair dan mahasiswa Jerman mendaki Gunung Ijen, Banyuwangi, 2 Oktober 2022. Foto unair.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Dosen Akuakultur SIKIA itu juga mengenalkan jenis mangrove yang tepat ditanam di sana. Mengingat jenis mangrove harus disesuaikan dengan tekstur dan kondisi tanah daerah tersebut.

Hari terakhir, mereka melakukan pendakian Gunung Ijen. Gunung ini merupakan salah satu geopark kebanggaan Indonesia yang memiliki api biru di sekitar kawah aktifnya. Pesona Ijen dianggap terbaik di Bumi Blambangan. Mereka mulai mendaki pada pukul 03.30 WIB dan berhasil mencapai puncak untuk melihat matahari terbit di daerah the sunrise of java itu.

Baca Juga: Indonesia Jadi Ketua Pokja ASEAN tentang Bahan Kimia dan Sampah 2022-2025

Kegiatan tersebut ditutup dengan makan bersama di Sarine Cafe di Kecamatan Licin dengan hidangan khas Banyuwangi dan olahan mocktail dari hasil kreasi PPK Ormawa SIKIA.

Suciyono berharap, program yang mengacu pada pengembangan lingkungan tersebut dapat lebih berkembang. Tak hanya berkutat pada pengembangan pariwisata semata.

“Ke depan sustainability environmental dapat dilakukan lebih masif. Dan dapat berkolaborasi lebih dari satu universitas internasional,” ucap Suciyono. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gunung IjenKabupaten Banyuwangimenanam mangroveTeluk Pang PangUnair

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UGM, Prof. Sri Nuryani Hidayah Utami. Foto penerbitdeepublish.com

Sri Nuryani Hidayah: Sejarah Lahan Gambut untuk Pertanian Sudah Ratusan Tahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media