Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tasmanian Tiger yang Sudah Punah Bisa ‘Hidup’ Kembali Lewat Teknologi DNA

Ada tantangan ekologi jika nanti satwa liar yang dihidupkan kembali ini, kemudian dilepasliarkan ke alam.

Sabtu, 19 Oktober 2024
A A
Tasmanian tiger yang telah punah. Foto NFSA Films/youtube.

Tasmanian tiger yang telah punah. Foto NFSA Films/youtube.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tapi apa yang akan dihasilkan para peneliti ini belum tentu sama persis dengan Tasmanian tiger yang telah punah,” imbuh Ronny.

Baca Juga: Sedimentasi Laut Perairan Morodemak Dimanfaatkan dengan Alasan Rehabilitasi

Tantangan hdup di alam

Tasmanian tiger yang bernama Latin Thylacinus cynocephalus, terakhir tercatat mati pada tahun 1936 usai melalui fase masa perburuan dan keserakahan manusia beratus-ratus tahun sebelumnya. Hewan ini secara resmi dinyatakan punah pada tahun 1980-an.

“Kepunahan satwa predator karnivora membuat para pelestari satwa langka berduka sekaligus putus asa. Sebab satwa langka ini selama ribuan tahun memegang peran penting menjaga keseimbangan ekosistem di Tasmania karena merupakan predator marsupial puncak,” lanjut kata Ronny.

Ia menambahkan, Tasmanian tiger pernah hidup di seluruh benua. Namun, dengan berjalannya waktu, populasi satwa liar ini menciut. Akhirnya terkonsentrasi di Tasmania di era sekitar 3.000 tahun lalu.

Baca Juga: Arif Satria, Ada 10 Sumber Bioenergi Potensial untuk Transisi Energi

Menurut dosen Fakultas Peternakan IPB University ini, penampakan fisik Tasmanian tiger sangatlah unik. Postur tubuhnya menyerupai anjing dengan garis-garis mencolok di punggungnya. Dengan penampilan yang sangat unik ini membuat satwa liar ini diburu di era orang kulit putih yang datang dari Eropa mengolonisasi Australia.

Dan satu hal yang perlu dipikirkan dengan matang adalah dampak terhadap ekosistem apabila upaya ‘menghidupkan kembali’ Tasmanian tiger ini berhasil dan dilepaskan ke alam. Sebab, tingkah laku dan keberadaannya di alam belum dapat diprediksi dampak baik dan buruknya karena ekosistem memerlukan keseimbangan.

“Perlu dipikirkan secara cermat bahwa ‘menghidupkan kembali’ satwa liar yang sudah punah tidak saja menyangkut tantangan genetik dan reproduksi saja. Ada tantangan ekologi jika nanti satwa liar yang dihidupkan kembali ini, kemudian dilepasliarkan ke alam,” papar dia.

Baca Juga: Mengatasi Kelangkaan Gaharu Alam Lewat Gaharu Budidaya

Jika upaya kelompok peneliti internasional ini berhasil, maka akan menjadi tonggak baru dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Sekaligus membuka lebar pintu untuk menghidupkan kembali satwa liar lainnya yang sudah punah.

“Namun yang terpenting, perlu juga dilakukan upaya pelestarian sistematis agar satwa langka yang saat ini masih hidup dan terancam punah dapat dilestarikan dan dijaga jangan sampai punah,” tegas Ronny mengingatkan. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IPB UniversityProf. Ronny Rachman Noorsatwa langkaSatwa liarTasmanian tigerteknologi DNAThylacinus cynocephalus

Editor

Next Post
Greenpeace Indonesia mengadakan proyeksi video di sebuah taman ikonik di Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari aksi global menjelang PBB Keanekaragaman Hayati COP16. Greenpeace Indonesia menyerukan perhatian terhadap berbagai krisis yang melanda negara ini, termasuk degradasi lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, krisis iklim, dan terkikisnya demokrasi. Jurnasyanto Sukarno/Greenpeace

Greenpeace Ajak Publik Terus Bersuara Awasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media