Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Ubah Gas Metana di TPA Menjadi Sumber Energi dan Menekan Emisi

Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap peningkatan suhu Bumi yang banyak diproduksi di TPA.

Kamis, 28 Mei 2026
A A
Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.

Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Pemanfaatan metana sebagai sumber energi perlu diintegrasikan dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Harapannya dapat mendukung konsep ekonomi sirkular dan pengurangan emisi gas rumah kaca dalam jangka panjang.

Hanif menilai optimalisasi pemanfaatan gas metana di TPA tidak dapat hanya mengandalkan operator pengelola sampah maupun sektor industri semata. Diperlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga badan usaha penyedia energi seperti PLN, untuk membangun infrastruktur dan sistem pemanfaatan gas landfill secara terintegrasi.

Tingginya potensi produksi metana di TPST Bantargebang dinilai dapat menjadi momentum evaluasi pengelolaan sampah nasional. Khususnya dalam mendorong pengurangan emisi sekaligus pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.

Ubah jadi sumber energi

Sementara Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemanenan gas metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah untuk sumber energi alternatif bagi masyarakat. Teknologi ini dirancang sederhana dan mudah diterapkan sehingga berpotensi digunakan di berbagai daerah.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Sri Wahyono mengatakan, teknologi tersebut dikembangkan berdasarkan pengalaman lapangan serta kolaborasi dengan pengelola TPA di sejumlah daerah, termasuk Malang, Jawa Timur.

Teknologi ini memanfaatkan peralatan sederhana, seperti pipa, suction blower, dan unit pemurnian gas. Gas metana yang terkumpul dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor maupun sumber energi untuk generator yang dimodifikasi agar dapat menghasilkan listrik dari gas metana TPA.

Pengembangan teknologi diawali dengan studi lapangan untuk mengidentifikasi karakteristik timbunan sampah dan kandungan gas metana di lokasi TPA. Data tersebut dianalisis menggunakan perangkat lunak untuk memprediksi potensi gas sekaligus menentukan titik optimal pemasangan sumur gas. Pemasangan sumur dilakukan secara horizontal maupun vertikal dengan jarak tertentu yang disesuaikan kondisi timbunan sampah.

“Dalam proses instalasi, tim juga menghadapi tantangan lingkungan TPA yang bersuhu tinggi dan berbau menyengat,,” kata Sri saat menyampaikan dalam BRIN Enviro Talk ke-55, Jumat, 22 Mei 2026.

Gas metana yang terkumpul dialirkan melalui jaringan pipa dan disedot menggunakan suction blower karena tekanan gas relatif rendah. Sebelum dimanfaatkan, gas terlebih dahulu dimurnikan untuk mengurangi kandungan air, karbon dioksida, dan hidrogen sulfida agar lebih aman digunakan.

Saat ini, gas metana hasil pemanenan dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan bakar memasak masyarakat sekitar maupun operasional internal pengelola TPA. Selain itu, gas tersebut juga dapat digunakan untuk pembangkit listrik skala kecil, meski kestabilan pasokan masih menjadi tantangan.

Sri menjelaskan pengembangan teknologi pemanenan gas metana dilakukan melalui sejumlah tahapan. Mulai dari identifikasi potensi gas, penentuan lokasi sumur, pemasangan instalasi, pengaliran gas menggunakan suction blower, hingga proses pemurnian sebelum dimanfaatkan sebagai sumber energi.

“Teknologi ini sebenarnya sederhana, tetapi terbukti dapat dimanfaatkan di beberapa TPA dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ucap Sri. [WLC02]

Sumber: UGM, BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gas MetanaPusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRINTeknik Kimia UGMTPATPST Bantargebang

Editor

Next Post
Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan karhutla di Provinsi Riau, 29 Mei 2026. Foto Dok. Kemenhut.

Godzilla El Nino Menguat Juni, Pemerintah Harus Hentikan Kebijakan Ekstraktif

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media