Setiap unsur memiliki spektrum cahaya yang unik sehingga dapat dikenali layaknya sidik jari. Berbeda dengan metode analisis kimia konvensional yang membutuhkan preparasi sampel cukup panjang, LIBS mampu mendeteksi banyak unsur sekaligus hanya dalam satu kali pengukuran tanpa proses pelarutan menggunakan bahan kimia.
Hasil penelitian menunjukkan lapisan endapan tsunami memiliki komposisi unsur yang berbeda secara signifikan dibandingkan lapisan tanah lainnya. Lapisan tsunami kaya akan natrium (Na), kalsium (Ca), silikon (Si), stronsium (Sr), dan barium (Ba), yang merupakan karakteristik material laut yang terbawa gelombang tsunami.
Sementara lapisan tanah yang terbentuk sebelum tsunami lebih didominasi unsur besi (Fe), aluminium (Al), dan mangan (Mn) sebagai hasil proses pelapukan alami tanah tropis. Perbedaan komposisi tersebut menjadi penanda geokimia yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi endapan tsunami secara lebih objektif.
Selain mampu mengukur unsur-unsur utama dengan hasil yang sebanding dengan metode X-Ray Fluorescence (XRF), LIBS juga memiliki keunggulan dalam mendeteksi unsur-unsur ringan seperti karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N), yang sulit dianalisis menggunakan XRF. Berbagai logam jejak, seperti kromium (Cr), tembaga (Cu), nikel (Ni), timbal (Pb), dan vanadium (V), juga dapat dideteksi dalam satu kali pengukuran.
“LIBS tidak hanya memberikan hasil yang cepat, tetapi juga mampu mendeteksi unsur-unsur ringan dan berbagai logam jejak secara bersamaan sehingga informasi geokimia yang diperoleh menjadi jauh lebih lengkap,” kata Rara.
Ke depan, pengembangan perangkat LIBS portabel diharapkan memungkinkan identifikasi endapan tsunami dilakukan langsung di lapangan tanpa harus membawa seluruh sampel ke laboratorium. Hal ini akan mempercepat survei geokimia untuk mendukung penelitian kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia.
Kerja sama riset dengan Universitas Syiah Kuala ini telah dipublikasikan dalam Microchemical Journal Volume 227, Artikel 118789 (2026). Temuan tersebut membuka peluang baru dalam identifikasi endapan tsunami untuk mendukung penelitian kebencanaan dan mitigasi bencana di Indonesia.
Rara menekankan teknologi laser dapat dimanfaatkan untuk membaca arsip alam yang tersimpan di dalam tanah. Jejak tsunami yang selama ini tersembunyi dapat diungkap secara ilmiah sebagai bekal untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana serupa di masa depan. [WLC02]
Sumber: BRIN






Discussion about this post