Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tembakan Laser Induced Breakdown Spectroscopy Ungkap Jejak Tsunami Aceh

Data yang diperoleh untuk menyusun peta bahaya tsunami, perencanaan tata ruang kawasan pesisir, hingga pengembangan strategi mitigasi bencana.

Jumat, 17 Juli 2026
A A
Teknologi laser untuk mengetahui jejak tsunami. Foto Dok. BRIN.

Teknologi laser untuk mengetahui jejak tsunami. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap unsur memiliki spektrum cahaya yang unik sehingga dapat dikenali layaknya sidik jari. Berbeda dengan metode analisis kimia konvensional yang membutuhkan preparasi sampel cukup panjang, LIBS mampu mendeteksi banyak unsur sekaligus hanya dalam satu kali pengukuran tanpa proses pelarutan menggunakan bahan kimia.

Hasil penelitian menunjukkan lapisan endapan tsunami memiliki komposisi unsur yang berbeda secara signifikan dibandingkan lapisan tanah lainnya. Lapisan tsunami kaya akan natrium (Na), kalsium (Ca), silikon (Si), stronsium (Sr), dan barium (Ba), yang merupakan karakteristik material laut yang terbawa gelombang tsunami.

Sementara lapisan tanah yang terbentuk sebelum tsunami lebih didominasi unsur besi (Fe), aluminium (Al), dan mangan (Mn) sebagai hasil proses pelapukan alami tanah tropis. Perbedaan komposisi tersebut menjadi penanda geokimia yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi endapan tsunami secara lebih objektif.

Selain mampu mengukur unsur-unsur utama dengan hasil yang sebanding dengan metode X-Ray Fluorescence (XRF), LIBS juga memiliki keunggulan dalam mendeteksi unsur-unsur ringan seperti karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N), yang sulit dianalisis menggunakan XRF. Berbagai logam jejak, seperti kromium (Cr), tembaga (Cu), nikel (Ni), timbal (Pb), dan vanadium (V), juga dapat dideteksi dalam satu kali pengukuran.

“LIBS tidak hanya memberikan hasil yang cepat, tetapi juga mampu mendeteksi unsur-unsur ringan dan berbagai logam jejak secara bersamaan sehingga informasi geokimia yang diperoleh menjadi jauh lebih lengkap,” kata Rara.

Ke depan, pengembangan perangkat LIBS portabel diharapkan memungkinkan identifikasi endapan tsunami dilakukan langsung di lapangan tanpa harus membawa seluruh sampel ke laboratorium. Hal ini akan mempercepat survei geokimia untuk mendukung penelitian kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia.

Kerja sama riset dengan Universitas Syiah Kuala ini telah dipublikasikan dalam Microchemical Journal Volume 227, Artikel 118789 (2026). Temuan tersebut membuka peluang baru dalam identifikasi endapan tsunami untuk mendukung penelitian kebencanaan dan mitigasi bencana di Indonesia.

Rara menekankan teknologi laser dapat dimanfaatkan untuk membaca arsip alam yang tersimpan di dalam tanah. Jejak tsunami yang selama ini tersembunyi dapat diungkap secara ilmiah sebagai bekal untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana serupa di masa depan. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Jejak TsunamiPusat Riset Fotonika BRINTeknologi LaserTeknologi LIBStsunami Aceh

Editor

Next Post
Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.

Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media