Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Testimoni Aktivis, KTT G20 Solusi Palsu Krisis Iklim dan Bungkam Demokrasi

Rabu, 16 November 2022
A A
Testimoni para aktivis Gerak Rakyat terkait gelaran KTT G20 di Bali, 16 November 2022. Foto dok. YLBHI

Testimoni para aktivis Gerak Rakyat terkait gelaran KTT G20 di Bali, 16 November 2022. Foto dok. YLBHI

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Kapal Medis Angkatan Laut Cina Beroperasi, Ini Ketentuannya

Represifitas negara yang terjadi saat pesta elit G20 dinilai Gerak Rakyat menjadi bukti kuat, bahwa
demokrasi di Indonesia yang dijamin konstitusi semakin bergerak mundur. Presidensi G20 bukan sarana untuk pemulihan masyarakat, perempuan miskin kota, petani, buruh migran, perempuan marginal yang selama ini terhimpit oleh investasi yang merusak lingkungan hidup.

Ratusan miliar uang negara habis digelontorkan untuk mengamankan kekayaan para pemimpin negara yang memiliki banyak masalah hak asasi manusia di negaranya.

Baca Juga: Serba Serbi KTT G20, BRIN Siapkan ‘Pawang Hujan’

“Kami mendorong demokratisasi energi yang tidak pernah jelas pengelolaannya dan rencananya oleh pemerintah. Sumber daya yang vital bagi rakyat berada di bawah penguasaan negara. Tapi kami lihat bagaimana pengadaan energi begitu korup. Ia merusak alam dan diprotes dimana-mana dan merusak ruang hidup rakyat. Banyak proyek transisi energi dan solusi palsu yang ternyata malah mendorong perusakan alam, air, polusi, juga memiskinkan rakyat,” ujar Arip Yogiawan, Kepala Kampanye dan Pelibatan Publik dari Trend Asia.

Bahkan bukan rakyat yang difasilitasi untuk recover oleh negara. Bukan pula perempuan yang
kesulitan mengakses air bersih, kesehatan, dan pelayanan publik.

Baca Juga: Tiga Orang Meninggal Dunia Tertimbun Longsor di Pesisir Barat Lampung

“G20 adalah forum untuk investor yang memanfaatkan pandemi, krisis iklim, dan lainnya untuk
memperkaya diri. G20 terus bicara tentang ‘investasi’ terhadap perempuan, tapi mereka tidak mengakui ada ketimpangan sistemik yang menghalangi kesetaraan. Mereka menutupi fakta bahwa ada masalah sistemik dan mengajukan solusi-solusi palsu. Perempuan yang berdiskusi dan menyampaikan aspirasinya justru diteror, dibuntuti, dan dipantau sepanjang perhelatan KTT G20. Kita kembali ke era otoriter,” kata Arie Kurniawati dari Solidaritas Perempuan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: energi bersihKTT G20partisipasi publikproyek strategis nasionalruang demokrasisolusi palsuSolusi Palsu Krisis Iklimtindakan otoriter pemerintahYLBHI

Editor

Next Post
Aksi komunitas mural di Toraja, Sulawesi Selatan merespons KTT G20 di Bali. Foto 4ksi Bersama Komunitas Mural

4ksi Bersama Komunitas Mural, Elite Together Elite Stronger

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media