Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Pulau Indonesia Diguncang Lindu Hari Ini

Kamis, 10 Agustus 2023
A A
Tiga pulau Indonesia diguncang lindu hari ini, Kamis, 10 Agustus 2023, dengan kekuatan hingga 5,9 magnitudo. Foto tangkap layar Google Earth pusat gempa 5,9 magnitudo di Laut Banda, Tual, Provinsi Maluku.

Tiga pulau Indonesia diguncang lindu hari ini, Kamis, 10 Agustus 2023, dengan kekuatan hingga 5,9 magnitudo. Foto tangkap layar Google Earth pusat gempa 5,9 magnitudo di Laut Banda, Tual, Provinsi Maluku.

Share on FacebookShare on Twitter

“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.

Baca Juga: 68 Ribu Hektare Hutan di Gunung Mas Kalteng Ditetapkan Kawasan Hutan Adat

Kejadian gempa ketiga pada hari ini, terjadi di wilayah Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada pukul 13.14 WIB, dengan kekuatan gempa 5,2 magnitudo. Pusat gempa berada di darat wilayah Pohuwato dan termasuk gempa jenis menengah.

BMKG menjelaskan, pusat gempa Poahuwato berada di darat yang terletak di koordinat 0,70 derajat Lintang Utara, 121,52 derajat Bujur Timur pada kedalaman 66 kilometer.

Sumber gempa darat Pahuwato akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Sulawesi dengan mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust). Guncangan gempa darat di Pohuwato ini dirasakan di daerah Pohuwato dan Toli-Toli dengan skala intensitas III MMI.

Baca Juga: Baru 3,7 Juta dari 26,9 Juta Ha Wilayah Adat Dapat Pengakuan Pemda

Di wilayah Kepulauan Aru, Maluku gempa terjadi pukul 13.58 WIB, dengan magnitudo 5,5 yang memiliki parameter update magnitudo 5,2 berpusat di laut pada koordinat 5,65 derajat Lintant Selatan, 133,84 derajat Bujur Timur berjarak 43 kilometer arah Barat Laut Kepulauan Aru, Maluku pada kedalaman 14 kilometer.

Gempa dangkal di Kepulauan Aru, Maluku, menurut Daryono, akibat adanya aktivitas deformasi batuan kerak bumi di Zona Graben Aru.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” kata Daryono.

Gempa tidak berpotensi tsunami. Sedangkan dampak gempa dirasakan di daerah Dobo dengan skala intensitas II hingga III MMI. [WLC01]

Sumber: Inatews BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gempa Bengkulugempa dangkalGempa Gorontalogempa Kepulauan Arugempa laut BandaGempa Malukugempa Pohuwatotiga Pulau Indonesia diguncang lindu

Editor

Next Post
Dosen Departemen Geografi Lingkungan UGM, Dr. Emilya Nurjani. Foto kagama.co.

Emilya Nurjani: Pencemaran Udara Tinggi Dipicu Cuaca Musim Kemarau

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media