Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Titik-titik Api Muncul di Rumah Warga Bekas Rawa yang Mengandung Metana

Selasa, 2 Juni 2026
A A
Titik-titik bekas kemunculan api di rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, 30 Mei 2026. Foto Dok. Fakultas Teknik UGM.

Titik-titik bekas kemunculan api di rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, 30 Mei 2026. Foto Dok. Fakultas Teknik UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Sampel itu akan diidentifikasi untuk mengetahui dan mengenali sumber dan mekanisme terbentuknya api secara komprehensif dan objektif berdasarkan hasil uji lab untuk menentukan langkah mitigasi.

Tim saat ini tengah melakukan uji laboratorium dari data observasi yang sudah dikumpulkan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan hasil uji ilmiah untuk mengetahui penyebab kemunculan titik api dari rumah warga tersebut.

Pencegahan kebakaran

Lantaran titik-titik api masih bermunculan, tim menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemilik rumah dan warga sekitar.

Pertama, seluruh ventilasi dan akses sirkulasi udara diminta untuk dibuka selebar mungkin guna mencegah terjadinya akumulasi gas di dalam bangunan.

Kedua, barang-barang yang mudah terbakar seperti kain, sofa, tikar, kasur, dan material berpori lainnya disarankan untuk dipindahkan sementara dari dalam rumah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan para akademisi dalam membantu investigasi fenomena yang sedang menjadi perhatian masyarakat tersebut.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan akademisi dapat menghasilkan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga masyarakat memperoleh ketenangan dan kepastian,” ujar dia.

Observasi tersebut menjadi langkah awal untuk mengungkap fenomena kemunculan titik api di Seyegan secara objektif dan berbasis data. Hasil penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai sumber, mekanisme, serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. [WLC02]

Sumber: UGM, FT UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Teknik UGMGas MetanaKabupaten Slemantitik api

Editor

Next Post
Salah satu dari 42 ekor harimau Sumatera yang tertangkap kamera trap di Bengkulu. Foto Dok. Kemenhut.

Krisis Konservasi Satwa, Hukum Ditegakkan Usai Gajah dan Harimau Mati

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ombak tinggi. Foto jpleni/pixabay.comLonjakan Ombak Bono di Pesisir Timur Riau Bisa Capai Kiloan Meter ke Daratan
    In News
    Kamis, 4 Juni 2026
  • Salah satu dari 42 ekor harimau Sumatera yang tertangkap kamera trap di Bengkulu. Foto Dok. Kemenhut.Krisis Konservasi Satwa, Hukum Ditegakkan Usai Gajah dan Harimau Mati
    In News
    Rabu, 3 Juni 2026
  • Titik-titik bekas kemunculan api di rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, 30 Mei 2026. Foto Dok. Fakultas Teknik UGM.Titik-titik Api Muncul di Rumah Warga Bekas Rawa yang Mengandung Metana
    In News
    Selasa, 2 Juni 2026
  • Konservasi Mangrove di Pesisir Semarang. Foto mangrovetag.com.Mangrove Atasi Penurunan Tanah dan Kenaikan Muka Laut di Pantura Jawa
    In Lingkungan
    Selasa, 2 Juni 2026
  • Pumma, alat deteksi tsunami dari BRIN. Foto Dok. BRIN.Pumma, Alat Deteksi Tsunami dan Rob Murah dan Realtime
    In IPTEK
    Senin, 1 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media