Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Titik-titik Api Muncul di Rumah Warga Bekas Rawa yang Mengandung Metana

Selasa, 2 Juni 2026
A A
Titik-titik bekas kemunculan api di rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, 30 Mei 2026. Foto Dok. Fakultas Teknik UGM.

Titik-titik bekas kemunculan api di rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, 30 Mei 2026. Foto Dok. Fakultas Teknik UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Sampel itu akan diidentifikasi untuk mengetahui dan mengenali sumber dan mekanisme terbentuknya api secara komprehensif dan objektif berdasarkan hasil uji lab untuk menentukan langkah mitigasi.

Tim saat ini tengah melakukan uji laboratorium dari data observasi yang sudah dikumpulkan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan hasil uji ilmiah untuk mengetahui penyebab kemunculan titik api dari rumah warga tersebut.

Pencegahan kebakaran

Lantaran titik-titik api masih bermunculan, tim menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemilik rumah dan warga sekitar.

Pertama, seluruh ventilasi dan akses sirkulasi udara diminta untuk dibuka selebar mungkin guna mencegah terjadinya akumulasi gas di dalam bangunan.

Kedua, barang-barang yang mudah terbakar seperti kain, sofa, tikar, kasur, dan material berpori lainnya disarankan untuk dipindahkan sementara dari dalam rumah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan para akademisi dalam membantu investigasi fenomena yang sedang menjadi perhatian masyarakat tersebut.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan akademisi dapat menghasilkan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga masyarakat memperoleh ketenangan dan kepastian,” ujar dia.

Observasi tersebut menjadi langkah awal untuk mengungkap fenomena kemunculan titik api di Seyegan secara objektif dan berbasis data. Hasil penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai sumber, mekanisme, serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. [WLC02]

Sumber: UGM, FT UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Teknik UGMGas MetanaKabupaten Slemantitik api

Editor

Next Post
Salah satu dari 42 ekor harimau Sumatera yang tertangkap kamera trap di Bengkulu. Foto Dok. Kemenhut.

Krisis Konservasi Satwa, Hukum Ditegakkan Usai Gajah dan Harimau Mati

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media