Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping

Senin, 20 Juli 2026
A A
Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.

Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.

Share on FacebookShare on Twitter

TPA Benowo sendiri merupakan salah satu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) terbesar di Indonesia. TPA ini yang mampu mengelola sampah 1.000 hingga 1.600 ton sampah per hari yang diproduksi wilayah Kota Surabaya.

Sementara PLTSa tersebut merupakan salah satu proyek yang menggunakan teknologi thermal yang masih belum mampu menyelesaikan persoalan sampah dengan baik. Kebakaran yang terjadi di area TPA Benowo juga menunjukkan keberadaan PLTSa tidak menghilangkan persoalan mendasar dalam pengelolaan sampah. Meliputi tingginya timbulan sampah yang terus masuk ke TPA, masih bergantungnya sistem pada penimbunan sampah, serta lemahnya upaya pengurangan sampah dari sumber.

Kondisi ini memperlihatkan pembangunan fasilitas pembakaran sampah tidak dapat dijadikan solusi utama atas krisis persampahan. Penyelesaian pengelolaan sampah harus dilakukan melalui hulu, yakni pembatasan sampah sekali pakai, pemilahan dari sumber, penguatan bank sampah, pengomposan, serta penerapan tanggungjawab produsen agar dapat mengurangi risiko kebarakan, pencemaran udara dan ancaman kesehatan terhadap masyarakat sekitar.

Kebakaran TPA Benowo harus menjadi alarm, bahwa krisis persampahan tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun infrastruktur berteknologi tinggi. Akar persoalannya adalah tingginya produksi sampah dan lemahnya kebijakan pengurangan sampah dari sumber.

“Selama paradigma pengelolaan sampah masih bertumpu pada membuang dan membakar, risiko bencana ekologis seperti kebakaran akan terus berulang,” tegas Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Jawa Timur, Lucky Wahyu

Walhi Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh TPA di Jawa Timur yang masih menggunakan sistem open dumping. Serta melakukan evaluasi terhadap seluruh proses penanganan sampah agar tidak berfokus pada solusi palsu yang ditawarkan dengan hanya melihat penanganan di hilir, melainkan menghadirkan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir untuk memastikan tidak terulangnya kejadian bencana ekologis. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kota Surabayaopen dumpingPLTSa BenowoTPA BenowoWalhi Jawa Timur

Editor

Next Post
Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.

Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur'an

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media