TPA Benowo sendiri merupakan salah satu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) terbesar di Indonesia. TPA ini yang mampu mengelola sampah 1.000 hingga 1.600 ton sampah per hari yang diproduksi wilayah Kota Surabaya.
Sementara PLTSa tersebut merupakan salah satu proyek yang menggunakan teknologi thermal yang masih belum mampu menyelesaikan persoalan sampah dengan baik. Kebakaran yang terjadi di area TPA Benowo juga menunjukkan keberadaan PLTSa tidak menghilangkan persoalan mendasar dalam pengelolaan sampah. Meliputi tingginya timbulan sampah yang terus masuk ke TPA, masih bergantungnya sistem pada penimbunan sampah, serta lemahnya upaya pengurangan sampah dari sumber.
Kondisi ini memperlihatkan pembangunan fasilitas pembakaran sampah tidak dapat dijadikan solusi utama atas krisis persampahan. Penyelesaian pengelolaan sampah harus dilakukan melalui hulu, yakni pembatasan sampah sekali pakai, pemilahan dari sumber, penguatan bank sampah, pengomposan, serta penerapan tanggungjawab produsen agar dapat mengurangi risiko kebarakan, pencemaran udara dan ancaman kesehatan terhadap masyarakat sekitar.
Kebakaran TPA Benowo harus menjadi alarm, bahwa krisis persampahan tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun infrastruktur berteknologi tinggi. Akar persoalannya adalah tingginya produksi sampah dan lemahnya kebijakan pengurangan sampah dari sumber.
“Selama paradigma pengelolaan sampah masih bertumpu pada membuang dan membakar, risiko bencana ekologis seperti kebakaran akan terus berulang,” tegas Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Jawa Timur, Lucky Wahyu
Walhi Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh TPA di Jawa Timur yang masih menggunakan sistem open dumping. Serta melakukan evaluasi terhadap seluruh proses penanganan sampah agar tidak berfokus pada solusi palsu yang ditawarkan dengan hanya melihat penanganan di hilir, melainkan menghadirkan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir untuk memastikan tidak terulangnya kejadian bencana ekologis. [WLC02]






Discussion about this post