Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Upaya Restorasi Lahan Gambut dengan Teknologi Paludikultur

Restorasi ekosistem gambut sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Senin, 28 Oktober 2024
A A
Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Share on FacebookShare on Twitter

“Langkah ini penting untuk memulihkan hutan gambut yang rusak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami menerapkan pendekatan paludikultur yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman bermanfaat, seperti sagu dan buah-buahan,” ujar Kepala PREE BRIN, Asep Hidayat.

Baca Juga: Bumi Rusak, Dampak Manusia Abaikan Ibadah dengan Urusan Lingkungan

Menunggu tiga tahun

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam proyek ini. Sebab restorasi lahan gambut bukan hal yang mudah, tetapi perlu kerja sama semua pihak untuk memulihkan ekosistem ini. Dampaknya juga akan langsung dirasakan masyarakat, karena metode ini memberikan nilai tambah ekonomi.

Ia berharap metode paludikultur ini bisa diadopsi daerah lain di Indonesia yang memiliki lahan gambut terdegradasi.

“Dengan pendekatan yang tepat, kita bisa mencapai hasil berkelanjutan. Harapannya, ini bisa menjadi riset unggulan dari PREE,” tambah Asep.

Baca Juga: Zulfiadi Zulhan, Produksi Logam Tanpa Jejak Karbon Lewat Reaktor Plasma Hidrogen

Kerja sama ini ditargetkan menghasilkan dampak signifikan dalam tiga tahun ke depan. Salah satunya melalui pembangunan demo plot paludikultur seluas empat hektare. Melalui demo plot ini, diharapkan peningkatan tutupan hutan dan cadangan karbon dapat terlihat, sambil memastikan lahan gambut yang terdegradasi dapat berfungsi kembali secara optimal.

Hesti menambahkan bahwa kerja sama ini membuka peluang untuk riset lanjutan. Upaya pemulihan ekosistem gambut di hutan desa Mendawai diharapkan tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan keseimbangan antara pelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ekosistem gambutlahan basahlahan gambutPREE BRINrestorasi lahan gambutteknologi paludikulturtutupan hutan

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM, Prof. Subejo. Foto Subejo/Facebook.

Subejo, Pencapaian Swasembada Pangan Butuh Kebijakan Tepat

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media