Selasa, 16 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada Kanker Payudara Bagi Perempuan Usia 12 dan 55 Tahun, Ini Alasannya

Persoalan penderita kanker payudara tinggi karena terlambat mengenali faktor risiko dan terlambat melakukan deteksi dini.

Minggu, 25 September 2022
A A
Ilustrasi ikon kepedulian kanker payudara. Foto marijana1/pixabay.com

Ilustrasi ikon kepedulian kanker payudara. Foto marijana1/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2020, jumlah penderita kanker payudara mencapai 16,6 persen dari semua jumlah penderita kanker di Indonesia. Jumlah itu menempatkan penyakit tersebut sebagai kasus kanker teratas. Sementara prosentase penderita kanker payudara di dunia mencapai 24,5 persen dari total jumlah penderita jenis kanker lainnya.

“lni menandakan kanker payudara merupakan musuh besar yang harus dihadapi masyarakat,” kata Dokter Spesialis Radiologi Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS), Notariana Kusuma A.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Temukan Kandungan Kulit Salak Pondoh Obat Kanker Lidah

Kasus kanker payudara tinggi karena banyak penderita yang tidak menyadari gejala sakitnya. Para penderita baru menyadari gejala-gejala kanker payudara saat stadium akhir sehingga penanganannya cukup telat.

“Di Indonesia, 70 persen kanker payudara ditemukan sudah pada stadium lanjut,” ujar Notariana.

Upaya pencegahan yang dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai gejala kanker payudara lebih masif. Apa sajakah itu?

Kenali Faktor Risiko

Notariana menjelaskan, kanker payudara berasal dari tumor berupa benjolan pada payudara. Tumor tersebut ada yang berjenis jinak, yaitu sel-sel tumornya tidak menyerang jaringan normal di sekitarnya dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

Namun ada pula tumor ganas yang menyerang jaringan normal di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lain. Tumor payudara yang bersifat ganas inilah yang disebut kanker payudara.

Baca Juga: Vaksin HPV Pencegah Kanker Serviks Masuk dalam Imunisasi Rutin Nasional

Gejala kanker payudara bermacam-macam. Namun yang paling umum adalah adanya benjolan di bagian payudara. Gejala-gejala lain, seperti bentuk dan ukuran payudara berubah, terjadi luka di payudara, terjadi penebalan dan pengerutan kulit di payudara, serta terjadi retraksi puting. Gejalan lainnya berupa rasa nyeri di bagian payudara dan keluar cairan dari puting.

“Namun banyak pengidap kanker payudara yang tidak memiliki keluhan di stadium awal,” kata Notariana.
Penyakit ini memiliki faktor risiko yang terbagi menjadi dua kategori, yakni faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: deteksi dini kanker payudarakankerkanker payudaramenopausemens pertamapemeriksaan payudara klinispemeriksaan payudara sendiristadium lanjutUNS

Editor

Next Post
Ritual rasulan untuk konservasi air yang dilakukan Komunitas Resan Gunungkidul, Juli 2022. Foto ugm.ac.id

Gerakan Konservasi Air Komunitas Resan Gunungkidul Dilirik Mahasiswa UGM

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media