Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada Potensi Karhutla Musim Kemarau Agustus-September 2023

Kamis, 29 Desember 2022
A A
Rakornis Pengendalian Karhutla dan Antisipasi Kemarau 2023.Foto bmkg.go.id

Rakornis Pengendalian Karhutla dan Antisipasi Kemarau 2023.Foto bmkg.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

“Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 19 titik atau 1,49 persen,” kata Laksmi.

Sedangkan periode 2022 terdapat penurunan akumulasi luas karhutla sebesar kurang lebih 154.180 hektare (42,96 persen) dibanding periode 2021.

Dalam rakornis yang dihadiri perwakilan BMKG, BNPB, BRGM, BRIN, TNI, POLRI, dan akademisi itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menjelaskan bahwa forum tersebut merangkum berbagai evaluasi dan masukan para stakeholder. Termasuk prediksi iklim 2023 serta langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Hasil rangkuman akan disampaikan Siti kepada Menko Polhukam untuk diteruskan kepada Presiden serta mengusulkan untuk dilakukan Rapat Koordinasi Nasional.

Baca Juga: Laut Banda Kembali Diguncang Gempa

Siti juga menyampaikan lima instrumen terkait solusi permanen pengendalian karhutla, yaitu sistem pemantauan hotspot dan operasi, Teknik Modifikasi Cuaca (TMC), Operasi Lapangan atau Patroli, Landscape Managemen Gambut dan law enforcement, serta livelihood dan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih, 2022, kita sudah melalui dengan baik. Masih ada catatan kejadian karhutla, tetapi masih dapat diatasi,” kata Siti. [WLC02]

Sumber: BMKG, KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ENSO dan IODhotspotkarhutlaLa Ninamusim kemaraurakornisTeknik Modifikasi Cuacatitik apiTMC

Editor

Next Post
Contoh kandungan cemaran mikroplastik dari air sungai. Foto dok.Ecoton

Masalah Besar Lingkungan Sungai Indonesia, Tercemar Mikroplastik Akibat Sampah Plastik

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media