Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada Virus Varian Superflu, Pakar Mikrobiologi Ingatkan Masker dan Pola Hidup Bersih

Ada potensi akan menyebabkan sistem kekebalan manusia menjadi tidak mampu untuk melawan, dan konsekuensi lainnya, seperti penularan yang lebih cepat.

Sabtu, 10 Januari 2026
A A
Ilustrasi gaya hidup mengenakan masker di keramaian. Foto Surprising_SnapShots/pixabay.com.

Ilustrasi gaya hidup mengenakan masker di keramaian. Foto Surprising_SnapShots/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Kayu Hanyutan untuk Huntara di Aceh Utara dan Sumatra Utara Capai Ribuan Meter Kubik

“Ada potensi akan menyebabkan sistem kekebalan manusia menjadi tidak mampu untuk melawan, dan konsekuensi lainnya, seperti penularan yang lebih cepat,” terang Tri.

Gejalanya serupa dengan flu biasa seperti demam, batuk, dan nyeri otot. Namun mutasi pada varian ini meningkatkan kekhawatiran akan risiko komplikasi seperti pneumonia bagi kelompok rentan.

Dalam menghadapi lonjakan kasus influenza, Agung menekankan vitalnya peran laboratorium mikrobiologi klinik dalam melakukan diagnosis yang akurat. Metode Real-Time PCR (RT-PCR) tetap menjadi standar emas (gold standard) untuk membedakan influenza dengan virus pernapasan lainnya seperti SARS-CoV-2 atau RSV.

“Diagnosis cepat bukan sekadar untuk menentukan obat, tetapi juga untuk surveilans strain. Kami perlu memantau apakah virus yang beredar telah mengalami resistensi terhadap antiviral yang ada saat ini,” jelas Agung.

Baca juga: Kondisi Darurat Bencana Belum Usai, Gubernur Aceh Perpanjang Ketiga Kali

Langkah pencegahan dan pengobatan

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah pentingnya vaksinasi influenza tahunan. Vaksinasi diklaim cara paling efektif untuk menekan risiko keparahan akibat Superflu. Mengingat sifat virus yang terus bermutasi (antigenic drift), pembaruan vaksin secara rutin sangat perlu agar kekebalan tubuh tetap relevan dengan strain yang sedang bersirkulasi di masyarakat.

“Vaksinasi dan proteksi pribadi adalah kunci utama. Jika individu terlindungi, maka risiko penularan secara komunitas juga akan ikut menurun,” tegas Agung.

Baca juga: Bukan Solusi Krisis Sampah, Walhi Desak Percepatan PSEL Dihentikan

Pencegahan dari penularan varian virus ini dengan cara menerapkan etika batuk yang baik, menggunakan masker bagi untuk orang yang sedang mengalami gejala flu, mencuci tangan secara periodik, beristirahat cukup, serta memastikan ruangan memiliki ventilasi yang cukup.

Vaksinasi tetap dilakukan untuk kelompok rentan. Terutama bagi anak-anak, orang lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis. Dari sisi pengobatan, pemberian antiviral seperti Oseltamivir masih dinilai efektif jika diberikan dalam waktu kurang dari 48 jam sejak gejala pertama muncul.

Agung mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan gejala flu, terutama di tengah musim hujan dan munculnya varian baru. Kesadaran akan diagnosis dini dan kelengkapan vaksinasi diharapkan dapat mencegah terjadinya wabah yang lebih luas di Indonesia. [WLC02]

Sumber: Unair, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: kelompok rentanMetode Real-Time PCRPakar MikrobiologiSuperfluVirus Influenza H3N2

Editor

Next Post
Peta area tambang PT Agincourt. Foto Jatam.

Walhi Sebut Penegakan Hukum terhadap Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Setengah Hati

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media