Laporan WEO 2022 juga memproyeksikan peningkatan permintaan energi di seluruh dunia. Di Asia Tenggara, pertumbuhan permintaan energi rata-rata tahunan lebih dari 3 persen dibanding 2021 hingga 2030 dengan batu bara terus mendominasi sektor kelistrikan. Namun, dengan implementasi penuh dari janji yang telah diumumkan pemerintah negara-negara di kawasan, terutama Indonesia yang ingin menghentikan PLTU batu bara pada 2050, penggunaan batu bara di sektor ketenagalistrikan turun lebih dari setengah pada 2050. Energi terbarukan cepat menjadi sumber pembangkit listrik terbesar.
Baca Juga: Misteri Gunung Api
“Perjalanan menuju sistem energi yang lebih aman dan berkelanjutan mungkin tidak mulus. Tetapi krisis energi global saat ini memperjelas mengapa kita perlu terus maju,” kata Birol.
Analis energi dari Lembaga Pemikir Iklim dan Energi (Ember) Achmed Shahram Edianto mengatakan, laporan WEO 2022 mempertegas kenaikan permintaan batu bara global di sektor ketenagalistrikan hanya bersifat sementara. Porsi pembangkitan listrik batu bara (unabated coal) akan terus mengalami penurunan.
Baca Juga: Covid-19 Terus Bermutasi, Masyarakat Jangan Khawatir Berlebihan
“Walaupun krisis energi telah mengurangi perhatian dunia terhadap krisis iklim, tapi jawaban untuk mengatasi keduanya ternyata sama. Transisi menuju energi bersih,” tegas Achmed.
Analis energi dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Putra Adhiguna menambahkan, peran gas sebagai jembatan transisi energi dalam tekanan besar. Dengan terpinggirkannya Rusia sebagai eksportir gas raksasa ke Eropa, dorongan untuk memendekkan jembatan ini akan semakin menguat. Volatitas harga menyulitkan negara-negara berkembang importir LNG (gas cair) dalam berkompetisi dengan pasar-pasar besar. Kondisi ini turut menekan reputasi gas sebagai energi yang kerap menjanjikan opsi energi yang ‘affordable and reliable’.”
Baca Juga: Prakicu Yogyakarta Hari Ini Cerah Sedikit Mendung
“Indonesia masih memiliki cadangan gas yang bisa bertahan beberapa dekade, tapi harus berhati-hati mendorong penggunaan gas besar-besaran dengan ‘harga semu’. Melindungi pembangkit listrik dan industri dengan harga semu yang ditopang pemerintah hanyalah landas pacu yang harus digunakan dengan baik,” papar Putra.
Para pakar bersepakat, dampak perang Rusia-Ukraina strategis bagi Indonesia untuk percepat transisi. [WLC02]







Discussion about this post