Jumat, 9 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Yang Dilakukan Ketika Digigit Ular di Alam Bebas

Mengenali perbedaan ular berbisa dan tak berbisa perlu menjadi bekal pengetahuan para pecinta alam. Pengetahuan itu menjadi bekal penanganan ketika digigit ular.

Senin, 27 Maret 2023
A A
Ilustrasi ular berbisa. Foto winterseitler/pixabay.com.

Ilustrasi ular berbisa. Foto winterseitler/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Ular Berbisa dan Tidak Berbisa
Untuk membedakan ular berbisa dan tidak berbisa dapat dilihat dari sisiknya. Ular yang tidak berbisa terdapat sisik loreal yang terletak antara sisik mata dan sisik hidung. Sedangkan ular yang berbisa tidak mempunyai sisik loreal itu.

Perbedaan itu juga bisa dilihat dari bekas gigitannya. Gigitan ular tidak berbisa akan nampak seperti luka robek. Namun bekas gigitan ular berbisa seperti tusukan atau lubang yang kadang tidak terlihat bekasnya.

“Yang perlu diperhatikan bukan jumlah gigitan, bentuk gigitannya. Dari taring atau hanya gigi biasa,” jelas Maha.

Baca Juga: Dua Gempa di Laut Banda Maluku Dirasakan Hingga Skala IV MMI

Penanganan Saat Terjadi Gigitan Ular
Imobilisasi ternyata membantu venom untuk tidak menyebar ke seluruh tubuh. Melainkan hanya ada di tempat gigitannya saja.

“Kalau digigit, jangan panik. Jangan lakukan pengikatan, penyedotan, obat-obat tradisional, karena sampai sekarang belum terbukti itu bisa menyebabkan venom keluar dari tubuh,” kata Maha.

Yang perlu dilakukan adalah imobilisasi, yaitu membawa pasien ke pelayanan kesehatan. Apabila memungkinkan, memotret ular yang menggigit itu. Kemudian membawa spesimennya apabila ularnya dibunuh. [WLC02]

Sumber: Universitas Airlangga

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alam bebasgigtan ularilmu toksinologiimobilisasiular berbisaular tidak berbisa

Editor

Next Post
Ilustrasi badai gunung. Foto Simon/pixabay.com.

Penyakit Ketinggian Saat Naik Gunung, Cegah dengan Persiapan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media