Kamis, 2 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

2023, Epidemiolog Harapkan PPKM Dicabut, Presiden Tunggu Kajian

Senin, 26 Desember 2022
A A
Presiden Jokowi tengah menjelaskan soal rencana pencabutan PPKM dan PSBB di Stasiun Manggarai. Foto BPMI Setpres

Presiden Jokowi tengah menjelaskan soal rencana pencabutan PPKM dan PSBB di Stasiun Manggarai. Foto BPMI Setpres

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah pusat belum memutuskan untuk mencabut status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19. Lantaran hingga saat ini masih menunggu kajian mendalam mencakup sero survei untuk melihat tingkat antibodi pada populasi masyarakat.

“Belum, untuk PSBB, PPKM belum sampai di meja saya. Nanti kalau selesai, karena ini menyangkut sero survei, menyangkut kajian-kajian. Saya minta harus detail, jangan sampai keliru memutuskan sehingga sebaiknya kita sabar menunggu,” kata Presiden Joko Widodo dalam keterangannya kepada awak media usai meresmikan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 26 Desember 2022.

Menurut Jokowi, apabila hasil sero survei sudah di atas 90 persen, berarti imunitas masyarakat sudah baik. Apabila tubuh punya kekebalan yang baik, masyarakat diharapkan lebih siap dalam menghadapi ancaman virus lain.

Baca Juga: Sumber Gempa Dangkal di Selatan Kota Kebumen Jawa Tengah

“(Apabila sero survei di atas 90 persen) Ada apapun, dari manapun yang enggak ada masalah,” imbuh Jokowi.

Berdasarkan data yang dikantongi Jokowi, kasus harian Covid-19 telah turun di bawah 1.000 kasus. Namun, ia mengingatkan kondisi itu perlu dilihat apakah karena imunitas masyarakat telah membaik atau karena hal lain.

“Jadi tunggu kajian dari Kementerian Kesehatan, dari para pakar epidemiolog semuanya agar memutuskannya nanti benar. Kami harapkan akhir tahun ini selesai, dan sero survei dan kajiannya,” kata Jokowi.

Baca Juga: Geopark Jadi Wisata Geologis yang Unggul, Unik, dan Berkelanjutan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: epidemiologimunitas masyarakatpakar epidemiologipandemi Covid-19Pandu Rionopencabutan PPKMPPKMPresiden Joko WidodoPSBBsero survei

Editor

Next Post
Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair, Rossanto Dwi Handoyo, PhD. Foto unair.ac.id

Rossanto Handoyo: Bea Cukai Plastik Bukan Dongkrak APBN, Tapi Mencegah Bahayanya

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media