Kamis, 2 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Agus Maryono, Kelola Air Hujan Menjadi Air Bersih untuk Atasi Krisis Air

Air hujan yang melimpah bisa dimanfaatkan sebesarnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Selasa, 30 Januari 2024
A A
Guru Besar SDA dan Lingkungan UGM, Prof. Agus Maryono. Foto ums.ac.id.

Guru Besar SDA dan Lingkungan UGM, Prof. Agus Maryono. Foto ums.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bidang sumber daya air dan lingkungan merupakan salah satu intisari yang diminati, dipelajari, diteliti, dipraktikkan, dikembangkan, dan sebarluaskan Guru Besar Bidang Sumberdaya Air dan Lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Agus Maryono selama ini. Paradigma pengelolaan sumber daya air dan lingkungan saat ini, menurut dia masih bersifat pragmatis dan cenderung eksploitatif.

Pembangunan sungai masih menggunakan pendekatan “engineering murni” yang dinilainya justru merusak ekosistem sungai. Beberapa contoh antara lain pelurusan sungai, sudetan, pembetonan tebing sungai, serta pembangunan cek dam, ground sill, sabo dam yang masif.

“Pembangunan danau dan embung masih menggunakan cara konstruksi murni seperti pembuatan tanggul dan pembetonan tebing melingkar danau yang justru merusak ekosistem danau,” ujar Agus dalam pidato Pengukuhan Guru Besar di Balai Senat UGM, Selasa, 30 Januari 2024.

Baca Juga: Status Gunung Lewotobi Laki-laki Turun Menjadi Siaga

Berbagai permasalahan juga ditemui dalam pengelolaan air hujan. Seperti pembangunan drainase air hujan di pedesaan, pemukiman, perkotaan, dan kawasan masih dilakukan dengan konsep membuang air hujan secepat-cepatnya ke sungai. Akibatnya, terjadi banjir di hilir dan kekeringan di hulu. Reformasi pengelolaan sumber daya air yang ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi sangat mendesak dilakukan.

“Luasnya permasalahan sumber daya air dan lingkungan, dalam pidato pengukuhan ini saya mengambil salah satu tema yang cukup urgen dan aktual pada puncak musim hujan dan perubahan iklim saat ini, yaitu pengelolaan air hujan. Lebih spesifik lagi saya akan membahas tentang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Memanen Air Hujan,” papar dia.

Topik utama pengelolaan air hujan dipilih karena dapat memberikan refleksi komprehensif tentang bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi yang seharusnya dikembangkan dan dimasyarakatkan untuk menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. Ia pun menceritakan proses pengembangan IPTEK memanen air hujan serta implementasinya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Analisa BMKG Masih Ada Potensi Hujan Terjadi Awal Februari 2024

“Tema ini juga dipilih sebagai dukungan terhadap upaya reformasi pengelolaan sumber daya air hujan dan sekaligus mendukung upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 2030,” ucap Agus.

Sejauh ini, dia dan tim telah lama menyusun langkah pengembangan teknologi memanen air hujan di laboratorium Bangunan Air dan Lingkungan Departemen Teknik Sipil, SV UGM untuk mengembangkan teknologi pemanen air hujan dengan kualitas yang memenuhi standar air bersih dan kebutuhan air masyarakat yang terus meningkat.

Langkah pertama dimulai pada tahun 2010-2015 berfokus pada pembuatan teknologi memanen air hujan. Tahap kedua pada tahun 2016-2020 berfokus pada pengembangan teknologi dan pendaftaran kekayaan intelektual. Tahap ketiga tahun 2021-2025 dengan fokus pengembangan teknologi dan membangun Teaching Factory (TeFa).

Baca Juga: 16 Tahun BNPB dari Masa ke Masa

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gama Rain Filterkrisis airmemanen air hujanProf Agus MaryonoSekolah Vokasi UGM

Editor

Next Post
Ilustrasi penambangan mineral. Foto Dok. ESDM.

Badan Geologi Proses Perizinan Air Tanah dan Identifikasi Mineral Kritis

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media