Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Akun Twitter Wadas_Melawan Ditangguhkan, Amnesty International: Diduga Pembungkaman Dibiarkan

Kamis, 17 Februari 2022
A A
Akun Twitter Wadas_Melawan ditangguhkan. Foto tangkap layar akun @Wadas_Melawan.

Akun Twitter Wadas_Melawan ditangguhkan. Foto tangkap layar akun @Wadas_Melawan.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pengelola akun Twitter Wadas_Melawan diketahui mendapat notifikasi, bahwa akun tersebut ditangguhkan pada 16 Februari 2022 pagi. Hingga pagi ini, kamis, 17 Februari 2022, pada akun tersebut masih tertulis “Account suspended”. Bahkan tujuh akun pribadi lainnya yang dimiliki oleh aktivis Wadas yang pernah menggunakan akun Twitter Wadas_Melawan juga dikabarkan turut ditangguhkan.

“Pemerintah dan aparat penegak hukum harus serius menanggapi terus berulangnya dugaan serangan digital terhadap aktivis, pembela HAM, serta warga yang mengekspresikan kritik terhadap kekuasaan,” kata Deputi Direktur Amnesty International Indonesia Wirya Adiwena dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, Rabu, 16 Februari 2022.

Sebelumnya, pada 9 Februari 2022, polisi menjadikan tiga dari 67 warga Wadas yang ditangkap pada tragedi 8 Februari 2022 sebagai saksi dalam kasus dugaan pelanggaran UU ITE terkait akun Wadas_Melawan. Tak sampai 24 jam, status kasusnya dinaikkan dari penyelidikan ke tingkat penyidikan. Akun tersebut diketahui banyak mengunggah video tentang situasi di Wadas.

Baca Juga: BBKSDA Usut Koleksi Satwa yang Dilindungi di Rumah Bupati Langkat

Akun Instagram LBH Yogyakarta yang menjadi pendamping hukum bagi sebagian warga Wadas juga diduga sempat diretas pada 8 Februari. Dugaan peretasan juga terjadi dalam diskusi tentang Wadas yang diadakan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 12 Februari 2022.

Sementara hingga saat ini, tidak ada upaya pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan peretasan dan penangguhan akun media sosial tersebut. Meskipun belum ada kejelasan tentang alasan penangguhan akun-akun tersebut, menurut Wirya, isu ini tetap perlu disikapi serius mengingat ada tren serangan dan intimidasi digital terhadap aktivis dan pembela HAM.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Amnesty International IndonesiaditangguhkanHak asasi manusiapembungkamanTwitterWadas_Melawan

Editor

Next Post
Ilustrasi perlindungan data pribadi. Foto madartzgraphics/pixabay.com.

DPR akan Reses, Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi Tak Ada Kejelasan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media