Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Amanat Kepala BNPB, Warga Terdampak Bencana di Garut Jangan Kian Sengsara

Rabu, 20 Juli 2022
A A
Warga terdampak banjir dan longsor Garut, di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, Selasa 19 Juli 2022. Foto BNPB

Warga terdampak banjir dan longsor Garut, di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, Selasa 19 Juli 2022. Foto BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebanyak 19.546 penduduk terdampak bencana hidrometerologi berupa banjir dan longsor Garut di Provinsi Jawa Barat, dan 785 penduduk kini mengungsi.

Musibah alam ini menerjang 100 desa di 14 kecamatan, Kabupaten Garut, pada Jumat, 15 Juli 2022.

Merespons kejadian banjir dan tanah longsor Garut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto memerintahkan agar dalam masa tanggap darurat yang telah diberlakukan sejak 16 hingga 29 Juli 2022, dimaksimalkan.

Baca Juga: 100 Desa di Kabupaten Garut Terdampak Bencana Hidrometeorologi

“Pendataaan harus cepat, mana rumah yang perlu dibantu untuk diperbaiki, mana infrastruktur yang harus segera diperbaiki,” kata Letjen TNI Suharyanto di hadapan pejabat Kabupaten Garut, Selasa, 19 Juli 2022.

Menurut Suharyanto, masa tanggap darurat dapat disesuaikan sampai kondisi pascabencana betul-betul pulih. Selain itu, pendataan dampak banjir dan tanah longsor Garut harus dilakukan dengan baik dan cepat, khususnya yang sangat penting saat memasuki masa transisi darurat ke pemulihan.

Jenderal bintang tiga TNI AD ini menegaskan, dalam penanganan dampak banjir Garut dan tanah longsor Garut, keselamatan rakyat prioritas utama, salah satunya pemenuhan kebutuhan dasar.

Baca Juga: Gempa Terkini Magnitudo 5,3 Terjadi di Papua

“Pada masa tanggap darurat ini kebutuhan dasar pengungsi dan masyarakat terdampak ini, harus betul-betul dapat terpenuhi,” ujarnya.

Dia pun mengamanatkan kepada Pemerintah Kabupaten Garut, warga yang terdampak banjir dan tanah longsor Garut tidak semakin sengsara.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir dan Longsor Garutbanjir Garutbencana alambencana di GarutBencana HidrometeorologiKabupaten GarutLongsor GarutProvinsi Jawa Barat

Editor

Next Post
Kalpataru 2022 untuk kategori penyelamat lingkungan diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada KTH Kofarwis dari Biak Numfor, Papua. Foto ppid.menlhk.go.id

Selamatkan Hutan Damar, KTH Kofarwis Dianugerahi Kalpataru 2022

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media