Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Amanat Kepala BNPB, Warga Terdampak Bencana di Garut Jangan Kian Sengsara

Rabu, 20 Juli 2022
A A
Warga terdampak banjir dan longsor Garut, di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, Selasa 19 Juli 2022. Foto BNPB

Warga terdampak banjir dan longsor Garut, di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, Selasa 19 Juli 2022. Foto BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

“Masyarakat yang terdampak jangan semakin sengsara,” tegas Suharyanto.

Baca Juga: Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Penemu Radar Pemantau Bencana hingga Teroris

Dalam kunjungan ke Kabupaten Garut, Kepala BNPB menyerahkan bantuan berupa 325 paket beras 5 kilogram, 325 dus air mineral gelas, 300 dus mie instan, 400 paket paket lauk abon, 420 sarden kaleng, matras dan selimut masing-masing 100 lembar.

Suharyanto juga memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp250 juta yang diperuntukkan selama masa tanggap darurat.

“Penerimaan bantuan untuk diatur dengan baik. Bantuan harus dikoordinasikan dan diyakinkan dapat tersalurkan,” pesan Suharyanto.

Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi Sejak 16 Juli, Masyarakat Dilarang Dekati Radius 5 Km

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menemui warga terdampak banjir dan longsor Garut di Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, Selasa 19 Juli 2022. Foto BNPB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menemui warga terdampak banjir dan longsor Garut di Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, Selasa 19 Juli 2022. Foto BNPB

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengungkapkan, data terbaru warga terdampak sebanyak 6.314 kepala keluarga atau 19.546 jiwa dan 242 KK atau 785 jiwa di antaranya mengungsi di 9 titik lokasi.

Wilayah yang terdampak bencana alam meliputi Kecamatan Cikajang, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Cigedug, Bayongbong, Tarogong kaler, Samarang, Banyuresmi, Cibatu, Karangpawitan, Garut Kota, Cilawu, Banjarwangi dan Singajaya.

Hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut masih melakukan pemutakhiran data kerugian material, seperti rumah dan fasilitas umum terdampak. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir dan Longsor Garutbanjir Garutbencana alambencana di GarutBencana HidrometeorologiKabupaten GarutLongsor GarutProvinsi Jawa Barat

Editor

Next Post
Kalpataru 2022 untuk kategori penyelamat lingkungan diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada KTH Kofarwis dari Biak Numfor, Papua. Foto ppid.menlhk.go.id

Selamatkan Hutan Damar, KTH Kofarwis Dianugerahi Kalpataru 2022

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media