Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Anak-anak Wadas Alami Trauma, Aliansi PKTA: Jangan Libatkan Anak dalam Konflik

Jumat, 11 Februari 2022
A A
Ilustrasi anak dan orang dewasa. Foto skalekar1992/pixabay.com.

Ilustrasi anak dan orang dewasa. Foto skalekar1992/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di antara 67 orang yang ditangkap dalam tindak kekerasan dan intimidasi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, 13 orang di antaranya adalah anak-anak. Mereka berusia 15-17 tahun yang ditangkap aparat kepolisian yang masuk Wadas dengan dalih mengamankan proses pengukuran lahan untuk penambangan batuan andesit oleh petugas BPN.

“Mereka mengalami ketakutan yang luar biasa,” kata relawan pendamping dari Solidaritas Perempuan (SP) Kinasih yang enggan disebut namanya dalam konferensi pers secara daring pascapenangkapan, Kamis, 10 Februari 2022.

Kedatangan ratusan aparat kepolisian berseragam dan bersenjata lengkap maupun berpakaian preman membuat anak-anak lain ketakutan. Apalagi mereka datang dengan truk-truk polisi, mobil patroli, maupun sepeda motor. Tindak kekerasan pada hari itu menyisakan trauma bagi anak-anak Wadas.

Baca Juga: Konflik di Desa Wadas, Komnas HAM: Lepaskan Warga, Tunda Pengukuran Lahan, Tarik Aparat dari Desa

“Anak-anak lihat mobil polisi saja ketakutan. Polisi menangkap tak pandang bulu. Anak-anak hingga lansia. Itu membuat anak-anak lainnya tak aman,” papar relawan SP Kinasih.

Aliansi Penghapusan Kekerasan terhadap Anak (PKTA) bersama Jaringan Aksi dan Indonesia Joining Forces (IJF) menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Apalagi dalam pengerahan aparat bersenjata dan tindak kekerasan itu ada indikasi memberi dampak ketakutan, tekanan psikologis atau traumatis terhadap anak-anak yang menyaksikan. Begitu pun terhadap anak-anak yang langsung terdampak, ditangkap, atau orang tua mereka mengalami kekerasan dan penangkapan.

“Jadi hentikan segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap warga Wadas. Karena itu berdampak langsung dan tidak langsung terhadap anak-anak di sana,” kata Ketua Presidium Aksi PKTA, Sigit Wacono dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, Jumat, 11 Februari 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anak-anak WadasDesa WadasP2TP2Apenambangan batu andesit Desa WadaspsikososialSP KinasihtraumaUPTD PPA

Editor

Next Post
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Tiga Harimau Sumatra dari Induk Korban Konflik dengan Manusia Lahir di Sanctuary Barumun

Discussion about this post

TERKINI

  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media