Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Anak-anak Wadas Alami Trauma, Aliansi PKTA: Jangan Libatkan Anak dalam Konflik

Jumat, 11 Februari 2022
A A
Ilustrasi anak dan orang dewasa. Foto skalekar1992/pixabay.com.

Ilustrasi anak dan orang dewasa. Foto skalekar1992/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di antara 67 orang yang ditangkap dalam tindak kekerasan dan intimidasi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, 13 orang di antaranya adalah anak-anak. Mereka berusia 15-17 tahun yang ditangkap aparat kepolisian yang masuk Wadas dengan dalih mengamankan proses pengukuran lahan untuk penambangan batuan andesit oleh petugas BPN.

“Mereka mengalami ketakutan yang luar biasa,” kata relawan pendamping dari Solidaritas Perempuan (SP) Kinasih yang enggan disebut namanya dalam konferensi pers secara daring pascapenangkapan, Kamis, 10 Februari 2022.

Kedatangan ratusan aparat kepolisian berseragam dan bersenjata lengkap maupun berpakaian preman membuat anak-anak lain ketakutan. Apalagi mereka datang dengan truk-truk polisi, mobil patroli, maupun sepeda motor. Tindak kekerasan pada hari itu menyisakan trauma bagi anak-anak Wadas.

Baca Juga: Konflik di Desa Wadas, Komnas HAM: Lepaskan Warga, Tunda Pengukuran Lahan, Tarik Aparat dari Desa

“Anak-anak lihat mobil polisi saja ketakutan. Polisi menangkap tak pandang bulu. Anak-anak hingga lansia. Itu membuat anak-anak lainnya tak aman,” papar relawan SP Kinasih.

Aliansi Penghapusan Kekerasan terhadap Anak (PKTA) bersama Jaringan Aksi dan Indonesia Joining Forces (IJF) menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Apalagi dalam pengerahan aparat bersenjata dan tindak kekerasan itu ada indikasi memberi dampak ketakutan, tekanan psikologis atau traumatis terhadap anak-anak yang menyaksikan. Begitu pun terhadap anak-anak yang langsung terdampak, ditangkap, atau orang tua mereka mengalami kekerasan dan penangkapan.

“Jadi hentikan segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap warga Wadas. Karena itu berdampak langsung dan tidak langsung terhadap anak-anak di sana,” kata Ketua Presidium Aksi PKTA, Sigit Wacono dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, Jumat, 11 Februari 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anak-anak WadasDesa WadasP2TP2Apenambangan batu andesit Desa WadaspsikososialSP KinasihtraumaUPTD PPA

Editor

Next Post
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Tiga Harimau Sumatra dari Induk Korban Konflik dengan Manusia Lahir di Sanctuary Barumun

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media