Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Apa Rahasia Seduhan Kopi Tubruk Terasa Lebih Nendang?

Metode tubruk ini telah dilakukan secara turun-menurun selama ratusan tahun dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Minggu, 4 Mei 2025
A A
Ilustrasi kopi tubruk. Foto sifa2002/pixabay.

Ilustrasi kopi tubruk. Foto sifa2002/pixabay.

Share on FacebookShare on Twitter

“Proses penurunan suhu inilah dikaitkan dengan pelepasan aroma dan rasa secara perlahan yang membuat kopi tubruk terasa lebih nendang,” jelas dia lagi.

Menghasilkan kopi nikmat memang cukup rumit dan memerlukan seni yang terkait dengan kepribadian penikmat kopi. Namun, jika berhasil menguak rahasia ini, maka kopi nikmat yang dihasilkan niscaya akan mencerahkan pikiran.

Baca juga: Neng Eem, Nasib Masyarakat Adat Terlunta-lunta di Tanah Sendiri

“Kita tentunya harus menjaga dan mewariskan teknologi tepat guna kopi tubruk ini pada anak cucu kita,” pesan Ronny.

Sebab, saat nenek moyang menemukan metode kopi tubruk, mereka belum mengenal ilmu fisika dan kimia. Namun mereka berhasil menciptakan metode menyeduh kopi yang tampak sangat sederhana, tapi hasilnya luar biasa.

Konsumsi kopi tanpa risiko

Sementara merebaknya coffee shop menjadikan aktivitas ngopi menjadi bagian dari keseharian. Mulai dari tua hingga muda, mengonsumsi kopi tidak hanya sebagai kebutuhan konsumsi, melainkan juga gaya hidup. Namun, di samping maraknya merek-merek kopi yang bermunculan, kandungan di dalamnya perlu menjadi perhatian karena implikasinya pada kesehatan.

Baca juga: Bulan Purnama, Waspada Potensi Banjir Rob di Pesisir Surabaya Hingga 5 Mei 2025

Melihat fenomena ini, menurut dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Sony Wibisono, konsumsi kopi sejatinya dapat memberikan manfaat jika dalam kondisi dan takaran tertentu.

Minumlah kopi tubruk

Munculnya beragam jenis kopi menjadikan kandungan kopi perlu mendapatkan perhatian khusus. Kini banyak kopi yang mengandung susu dan gula yang konsentrasinya justru lebih tinggi daripada kopi itu sendiri.

“Sehingga kalau punya kebiasaan minum kopi, ya menambah kalori yang kita konsumsi sehari-hari. Itu kalau kita bicara kopi kemasan,” kata Sony.

Baca juga: Ada 15 Titik Semburan Lumpur Panas Muncul di Mandailing Natal

Sementara kopi murni mengandung bahan yang baik untuk tubuh dalam batas takaran tertentu. Di antaranya kopi dapat mengurangi peradangan, membantu metabolisme gula, dan membantu perbaikan metabolisme lemak. Kopi juga dapat menurunkan risiko penyakit seperti parkinson dan alzheimer.

Namun, beberapa orang dengan kondisi tertentu disarankan menghindari konsumsi kopi. Seperti ibu hamil atau orang dengan pengidap hipertensi, epilepsi, dan gangguan irama jantung.

“Ada yang menganjurkan orang yang sehat cukup 400 mg per hari atau 3 cangkir dalam satu hari,” jelas Sony.

Ia berpandangan penting untuk menyadari kondisi tubuh sebelum mengonsumsi apa pun, terutama kopi. Mengingat kopi memiliki sekitar 100 kandungan yang baik untuk tubuh. Misalnya kafein, chlorogenic acid, dan sebagainya.

Baca juga: Gamahumat akan Diuji Coba untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah di Lahan Bekas Tambang

“Jadi kopi bisa membantu kesehatan kalau dikonsumsi dengan benar. Kalau ndak malah memperburuk. Karena ada kandungan di kopi tersebut,” kata dia.

Minum kopi pun bukan berarti bercampur macam-macam. Minumlah kopi seperti kopi tubruk atau mungkin kopi espresso tanpa gula atau americano di kafe-kafe. [WLC02]

Sumber: IPB University, Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FK UnairIPB Universitykopi tubrukmesin pembuat kopi

Editor

Next Post
Lebah madu klanceng. Foto fotopirat/pixabay.

Madu Klanceng Lebih Aman Bagi Penderita Diabetes

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media