Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Apakah Vaksin Efektif Mencegah Penularan Varian Covid-19, Ini Simulasinya

Virus SARS-CoV-2 terus bermutasi. Benarkah vaksinasi yang telah dilakukan tidak efektif menangkal varian-varian baru Covid-19?

Selasa, 8 Februari 2022
A A
Simulasi efektivitas vaksinasi Covid-19 oleh Pakar Patologis RS UNS Tonang Dwi Ardyanto. Foto uns.ac.id.

Simulasi efektivitas vaksinasi Covid-19 oleh Pakar Patologis RS UNS Tonang Dwi Ardyanto. Foto uns.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan data laporan luar negeri, jumlah yang terinfeksi Covid-19 pada kelompok belum tervaksinasi secara proporsional lebih besar.

“Bila itu terjadi juga di Indonesia, maka B-Infection rate akan lebih rendah lagi,” kata Tonang.

Melalui ketiga simulasi tersebut, saat kondisi paling pesimistis, yaitu pada simulasi pertama pun, sekitar 99 persen orang yang sudah tervaksinasi dapat dicegah dari infeksi Covid-19. Risiko gejala yang diakibatkan Covid-19 pun menurun dan dapat mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

“Jadi terpenuhi tujuan vaksinasi adalah melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” kata Tonang.

Jika dilihat dari simulasi pertama, Tonang mengatakan angka B-Infection rate tersebut wajar dan layak dinyatakan vaksinasi sangat mampu mencegah infeksi Covid-19. Jika dianggap kasus sebenarnya 30 kali lipat dari laporan, maka B-infection rate 2,96 persen.

Baca Juga: Pasien Omicron Bergejala Ringan Tak Perlu Dirawat Rumah Sakit

Tonang tak menampik ada kekhawatiran angka laporan nasional tersebut belum cukup representatif, karena kapasitas tes belum merata. Apabila dilakukan simulasi serupa untuk Jakarta yang kapasitas tes sudah relatif merata, maka simulasi pertama menghasilkan B-Infection rate sebesar 10,01 persen.

Tonang menilai tak tepat menyebut angka 90 persen atau lebih itu dianggap tidak ada manfaatnya. Mengingat banyak faktor yang saling melengkapi, terutama menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi.

“Memang ada saatnya jenuh menerapkan prokes terus. Ada kalanya longgar. Maka vaksin yang berperan dalam jangka panjang,” jelas Tonang.

Dia bersyukur apabila sebagian besar yang sudah divaksinasi ternyata mencegah infeksi. Bagi sebagian kecil yang masih terinfeksi,. Tonang memeringatkan untuk terus berhati-hati walau sudah divaksinasi.

“Syaratnya masih sama prokes ketat, vaksin dipercepat. Sampai kita yakin sudah bisa mengendalikan pandemi,” kata Tonang. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: B-infection rateCovid-19Omicronsimulasivaksinasivaksinasi boostervarian Omicron

Editor

Next Post
Personel Kepolisian di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa, 8 Februari 2022. Foto tangkap layar akun Instagram GEMPADEWA.

Walhi Yogyakarta Desak Kapolri Beri Perhatian Peristiwa di Desa Wadas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media