Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bakteri Penyakit Leptospirosis Bisa Tahan Berbulan-bulan di Tempat Lembab

Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira interrogans yang tidak hanya menginfeksi tikus, tetapi juga pada mamalia lain seperti kucing, anjing, sapi, babi, kambing, dan domba.

Jumat, 13 Februari 2026
A A
Ilustrasi tikus yang membawa bakteri penyakit leptospirosis. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Ilustrasi tikus yang membawa bakteri penyakit leptospirosis. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?

Segera periksa ke faskes

Musim hujan menjadi faktor risiko utama penularan penyakit leptospira. Koko menyarankan agar masyarakat menghindari kontak dengan air tergenang dan menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan dan sepatu boot.

Selain itu, penting mengikuti anjuran dokter apabila pasien mengalami gejala berat leptospirosis. Informasi dari pasien memegang peran yang sangat penting, terutama terkait riwayat paparan lingkungan dan kasus leptospirosis di lingkungan sekitar. Kondisi ini menjadi krusial karena secara klinis maupun pemeriksaan laboratorium. Leptospirosis kerap sulit dibedakan dari penyakit lain seperti demam berdarah dengue (DBD) dan tifus.

“Hal tersebut tidak sepenuhnya keliru selama pasien tetap berada dalam pengawasan ketat. DBD itu risiko kematiannya bisa terjadi pada minggu-minggu pertama, sedangkan Leptospirosis bisa minggu kedua atau setelahnya,” papar dia.

Baca juga: KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial

Koko mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan air tergenang. Sebab manusia tidak dapat mengendalikan di mana hewan seperti tikus membuang urin.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik apabila mengalami atau mendapati anggota keluarga dengan gejala leptospirosis. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, serta mengikuti seluruh anjuran medis.

“Dengan penanganan tepat, termasuk perawatan intensif bila diperlukan, peluang pemulihan tetap tinggi selama fase kritis dapat dilalui,” tutur dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bakteri Leptospira InterrogansleptospirosisPenyakit Kencing TikusRumah Sakit Akademik UGM

Editor

Next Post
Ilustrasi musim penghujan. Foto Pexels/pixabay.com.

Potensi Hujan Intensitas Tinggi, Cuaca Libur Idul Fitri 2026 Diprakirakan Kondusif  

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media