Selasa, 30 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir Perkotaan, Dosen ITB Sarankan Lembaga Khusus Tangani Banjir

Jumat, 12 Januari 2024
A A
Penampakan banjir di Braga, Kota Bandung, Jawa Barat pada 11 Januari 2024. Foto bnpb.go.id.

Penampakan banjir di Braga, Kota Bandung, Jawa Barat pada 11 Januari 2024. Foto bnpb.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Banjir kemarin, kemungkinan volume yang biasa terjadi sekian puluhan tahunan. Jadi ada anomali curah hujan yang sangat besar,” tutur Heri.

Di sisi lain, Heri mencontohkan sejumlah kota di negara lain, seperti Jepang, Amerika Serikat, Cina, Thailand, hingga Filipina yang sudah menerapkan infiltrasi yang sangat baik apabila terjadi siklus banjir tertentu.

Baca Juga: Usai Status Awas, Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 2 Km

“Di Jepang misalnya, infiltrasinya dibuat bagus, kapasitasnya dibuat sangat besar. Kiri kanan sungai dapat menampung seandainya ada banjir,” ujar dia.

Di pinggiran sungai di Jepang, ketika hujannya kecil, lokasi tersebut dapat menjadi area bermain hingga fasilitas olahraga. Ketika curah hujan tinggi, area tersebut menjadi daya tampung banjir. Solusi lain, seperti katedral bawah tanah yang dibangun di bawah infrastruktur gedung-gedung untuk daya tampung air yang sangat luar biasa.

Adapun di Hongkong dengan kota yang padat menerapkan penanganan banjir dengan underground tunnel, yakni pembesaran gorong-gorong di bawah tanah menjadi opsi lain dari aliran sungai.

Baca Juga: Status Gunung Marapi Naik Level Siaga, Waspadai Gas Beracun

Heri menilai perlu rencana strategi (renstra) dari pemerintah untuk jangka waktu panjang, misalnya 20 tahun ke depan untuk penanganan banjir. Ia juga menekankan perlunya ada lembaga khusus yang fokus untuk penanganan banjir.

“Seharusnya perlu lembaga khusus yang fokus terhadap banjir. Tapi belum ada pihak yang fokus dan bertanggung jawab untuk menangani banjir,” kata Heri.

Bahkan sekadar koordinasi antar lembaga maupun lembaga yang benar-benar berdedikasi untuk urusan banjir secara khusus, belum ada. Di sisi lain, upaya lebih perlu dilakukan untuk mempersiapkan daya tampung dan menambah infiltrasi. Misalnya program biopori ditingkatkan, normalisasi, naturalisasi digiatkan.

“Karena perlu waktu panjang, jadi perlu investasi lebih tinggi untuk mengurangi kerugian yang lebih besar dari banjir,” kata Heri. [WLC02]

Sumber: BNPB, ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencana banjirBNPBinfiltrasiITBKelompok Keahlian Sains Rekayasa dan Inovasi GeodesiKota Bandungprogram biopori

Editor

Next Post
Peralatan tim BMKG yang meneliti gempa Sumedang. Foto Dok. BMKG.

Kisah Para Peneliti Gempa Sumedang

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media