Sabtu, 3 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Beginer Subhan: Manusia Baru Mengetahui 10 Persen Informasi Berasal dari Laut

Menjaga dan menguak diversitas laut diperlukan banyak penelitian, teknologi dan mengawasi aktivitas manusia yang dapat mengancam keragaman laut.

Jumat, 30 September 2022
A A
Dosen ITK IPB Dr. Beginer Subhan. Foto Akun Facebook Beginer Subhan.

Dosen ITK IPB Dr. Beginer Subhan. Foto Akun Facebook Beginer Subhan.

Share on FacebookShare on Twitter

Ada tiga faktor kemampuan dalam merespons ancaman keberlangsungan biodiversitas laut. Yakni, memahami distribusi biodiversitas secara spasial maupun temporal, mengawasi perubahan biodiversitas akibat aktivitas manusia, dan observasi sesuai habitat dan taksa.

Saat ini banyak teknologi mengeksplorasi kehidupan di laut, dan teknologi menjadi kunci revolusi penemuan biodiversitas .

Seperti teknologi eDNA (environmental DNA) atau juga disebut DNA lingkungan, yang dimanfaatkan dalam riset bioinformatika pada biodiscovery kehidupan laut. Yang mampu mengidentifikasi spesies dan estimasi kelimpahannya dengan pendekatan genetik.

Baca Juga: Tambang Emas di Kotabaru Kalsel Longsor, 6 Orang Tewas dan 5 Orang Hilang

Dengan teknologi eDNA, diketahui sebaran spesies di suatu wilayah perairan Indonesia, juga organisme apa saja yang terlibat dalam suatu rantai makanan.

Menurut Beginer, pendekatan dengan eDNA masih terbilang baru, namun bermanfaat dalam waktu, identifikasi dan keakuratan.

“Identifikasi lebih mudah, akurat serta lebih banyak spesies yang dapat diidentifikasi, termasuk spesies langka dan invasif. Metode ini telah diterapkan pada kasus terumbu karang di Indonesia,” imbuhnya. [WLC01]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: biodiversitasbiodiversitas lautDNA lingkunganDr Beginer SubhanIPB Universitymanusia baru mengetahui 10 persen informasi berasal dari lautteknologi eDNAterumbu karang

Editor

Next Post
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Ini Cara BBKSDA Sumut Mitigasi Konflik Monyet dengan Manusia di Asahan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media