Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Berburu Cacing Pemakan Bakteri Tanaman Ficus di Dua Cagar Alam Gadungan

Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sampel buah Ficus yang diisolasi dengan perlakuan khusus di laboratorium untuk mendapatkan tawon ara penyerbuk dan nematoda Caenorhabditis inopinata.

Minggu, 30 Maret 2025
A A
Tim eksplorasi cacing pemakan bakteri tanaman Ficus di Cagar Alama Besowo Gadungan di Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Tim eksplorasi cacing pemakan bakteri tanaman Ficus di Cagar Alama Besowo Gadungan di Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah tuntas eksplorasi nematoda Caenorhabditis inopinata pada Ficus di Cagar Alam (CA) Manggis Gadungan, tim melanjutkan pencarian cacing tersebut ke CA. Besowo Gadungan. Menapaki jalanan yang masih basah dan licin akibat guyuran hujan deras semalam, tim menyusuri satu per satu tegakan Ficus di CA. Besowo Gadungan, 20 Februari 2025.

Di dekat pos jaga, tim disambut sikonium berwarna merah dan oranye cerah milik Ficus montana. Tumbuhan ini sangat mudah dijumpai di tepi barat, utara dan selatan cagar alam yang meiliki luas nyaris 6 hektare ini.

Ficus montana lebih dikenal masyarakat sebagai tumbuhan Uyah uyahan, sering dijumpai sebagai semak, tumbuhan merambat atau pohon kecil yang tingginya hampir 2 meter saja. Daunnya tersusun spiral dengan tekstur seperti kertas kasar. Sikoniumnya bisa sepasang atau tunggal yang muncul di ketiak dan dibawah daun. Sikonium yang masak berwarna dari oranye sampai merah cerah dan rasanya manis.

Baca juga: Mengapa Tahun 2030 Ada Dua Kali Ramadan?

Setelah menyapa Uyah uyahan, tim segera menuju Ficus raksasa di dekat pal 2, Ficus callophylla. Tumbuhan ini lebih dikenal masyarakat setempat dengan sebutan pohon Preh. Meski sedang berbuah, namun tim tidak dapat menjangkau sikoniumnya, sehingga menggunakan tongkat pemetik buah sepanjang 7 m. Sikonium yang sudah jatuh tidak dapat digunakan untuk pengamatan C.inopinata dikarenakan besar kemungkinan kontaminasi dari nematoda yang hidup di tanah.

Berjalan kembali menyusuri rimbunnya Besowo Gadungan, tim menjumpai Ficus variegata merah dan hijau di penghujung masa berbuah. Tumbuhan ini lebih kondang dengan nama Gondang. Pada saat Gondang berbuah, di batang utama dan cabang cabang akan dipenuhi dengan gerombolan sikonium yang menyerupai buah apel.

Puas mengamati sikonium Gondang si apel hutan, tim menuju Ficus drupacea yang ternyata tidak sedang berbuah. Dari rindang tajuk Ficus drupacea raksasa, tim memutuskan kembali ke pos jaga untuk beristirahat. Tampaknya mendung telah bergelayut manja di udara, kami putuskan untuk menyudahi pencarian hari ini. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA JatimCaenorhabditis inopinataCagar Alam Besowo GadunganCagar Alam Manggis Gadungantanaman Ficus

Editor

Next Post
Ular siput di hutan Claket, Mojokerto, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jawa Timur.

Misteri Ular Siput di Hutan Claket, Benarkah Memang Hidup di Mojokerto?

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media