Kamis, 8 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Berburu Cacing Pemakan Bakteri Tanaman Ficus di Dua Cagar Alam Gadungan

Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sampel buah Ficus yang diisolasi dengan perlakuan khusus di laboratorium untuk mendapatkan tawon ara penyerbuk dan nematoda Caenorhabditis inopinata.

Minggu, 30 Maret 2025
A A
Tim eksplorasi cacing pemakan bakteri tanaman Ficus di Cagar Alama Besowo Gadungan di Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Tim eksplorasi cacing pemakan bakteri tanaman Ficus di Cagar Alama Besowo Gadungan di Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim Seksi KSDA Wilayah (SKW) 1 Kediri, Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan pendampingan penelitian mahasiswa Universitas Brawijaya di Cagar Alam Manggis Gadungan dan Cagar Alam Besowo Gadungan pada 5 Februari 2025. Penelitian ini bertujuan mengungkap nematoda (Caenorhabditis inopinata) pada tumbuhan Ficus di kedua kawasan konservasi tersebut.

Pengendali Ekosistem Muda pada Seksi KSDA Wilayah I Kediri, Balai Besar KSDA Jawa Timur, Siti Nurlaili menjelaskan, kehidupan Ficus sangat bergantung pada tawon ara penyerbuk, demikian pula sebaliknya. Interaksi antara Ficus dan tawon ara penyerbuk termasuk simbiosme mutualisme obligat. Ficus bergantung sepenuhnya pada tawon ara penyerbuk untuk melakukan reproduksi, sedangkan larva tawon ara penyerbuk menggunakan buah Ficus untuk melangsungkan perkembangan kehidupannya.

Penyerbukan yang dilakukan tawon ara seringkali turut membawa organisme lain, seperti nematoda. Salah satu spesies nematoda yang terbawa dalam proses tersebut adalah Caenorhabditis inopinata.

Baca juga: Banda Aceh Diguncang Gempa Dangkal M5,4 Akibat Sesar Seulimeum

Nematoda ini memiliki nilai penting karena merupakan saudara terdekat (sibling) dari C. Elegans, yang diketahui merupakan organisme model yang banyak digunakan sebagai objek kajian biologi. C. inopinata merupakan spesies nematoda free-living pemakan bakteri dengan karakteristik ekologi dan biologi yang berbeda dengan C. Elegans.

Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sampel buah Ficus yang diisolasi dengan perlakuan khusus di laboratorium untuk mendapatkan tawon ara penyerbuk dan nematoda Caenorhabditis inopinata. Tujuannya untuk menguji asosiasi C. inopinata pada beberapa jenis Ficus.

Harapannya, penelitian ini dapat  memberikan informasi baru mengenai ekologi atau habitat C. inopinata pada beberapa jenis Ficus.

Baca juga: Pulau Nusa Barung, Benteng Keanekaragaman Hayati di Samudra Indonesia

Aneka ficus di Manggis Gadungan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA JatimCaenorhabditis inopinataCagar Alam Besowo GadunganCagar Alam Manggis Gadungantanaman Ficus

Editor

Next Post
Ular siput di hutan Claket, Mojokerto, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jawa Timur.

Misteri Ular Siput di Hutan Claket, Benarkah Memang Hidup di Mojokerto?

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media