Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Berendam dalam Air Panas 60 derajat Celcius di TWA Lejja

Pada hari-hari tertentu, wisatawan dapat mendokumentasikan acara ritual atau upacara adat yang dilaksanakan di lingkungan pemandian air panas.

Minggu, 29 Desember 2024
A A
Suasana pemandian air panas di TWA Lejja di Soppeng,Sulsel. Foto Dok. BBKSDA Sulsel.

Suasana pemandian air panas di TWA Lejja di Soppeng,Sulsel. Foto Dok. BBKSDA Sulsel.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Taman Wisata Alam (TWA) Lejja di Desa Bulue Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan menjadi salah satu lokasi wisata jujugan selama libur Natal 2024 pada 25-26 Desember 2024. Tercatat sebanyak 628 orang wisatawan datang berkunjung dengan total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp9.420.000.

TWA Lejja merupakan kawasan konservasi yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 169/Kpts-II/2000 tertanggal 29 Juni 2000 seluas 1.318 hektare. Potensi wisata alam yang terdapat di TWA Lejja antara lain berupa :

Pertama, pemandian air panas.

Baca juga: Alasan Penggemar Gaya Hidup Sehat Pilih Dada Ayam dan Hindari Sayap Ayam

Fenomena alam yang menjadi obyek utama adalah air panas. Terdapat sumber air panas belerang dengan suhu mencapai 60 derajat Celcius yang dipercaya dapat menyembuhkan gatal-gatal dan rematik. Dari sumber air panas, air dialirkan ke bak penampungan dan kolam pemandian umum serta kolam pemandian privasi.

Kedua, air terjun.

Agak jauh dari pemandian air panas, terdapat air terjun yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi alternatif. Namun untuk mencapai lokasi air terjun harus menyewa kendaraan karena tidak ada transportasi umum.

Baca juga: BRIN dan Undip Kembangkan Beras Biosalin dari Padi yang Tahan Air Laut

Ketiga, kebudayaan dan adat.

Pada hari-hari tertentu, wisatawan dapat mendokumentasikan acara ritual atau upacara adat yang dilaksanakan di lingkungan pemandian air panas.

Keempat, potensi keanekaragaman hayati.

Baca juga: BMKG Inpeksi Kesiapan Alat Pemantauan Gempa dan Tsunami di Bali

Kawasan TWA Lejja menyimpan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, baik flora maupun fauna. Di sekitar lokasi pemandian air panas terdapat habitat kera hitam (Macaca maura). Selain kera hitam, fauna lain yang dapat ditemui antara lain rusa, babi hutan, rangkong, musang, kadal, kus kus, ular sawah, raja udang, dan ayam hutan.

Sedangkan untuk flora antara lain ada kemiri, enau, ketapang, kayu hitam, rotan, beberapa jenis anggrek seperti Aerides odorata dan Nervilia aragoana, kenanga, manga, kedawung, kesambi, bitti.

Tugas Tim TWA dan imbauan bagi pengunjung

Meskipun cuaca selama periode libur tersebut sempat diwarnai hujan ringan dan angin kencang pada pagi hari dan berangsur cerah menjelang sore. Menurut pihak Balai Besar KSDA, kondisi kawasan wisata alam TWA Lejja tetap kondusif dan aman untuk para pengunjung. Petugas di lapangan melakukan pemantauan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Sulawesi Selatanpemandian air panasTWA Lejja

Editor

Next Post
Masyarakat Pulau Rempang tetap menolak penggusuran dan proyek pabrik kaca. Foto Instagram Walhi Riau dan LBH Pekanbaru.

Hanya Dua dari Puluhan Pelaku Penyerangan Masyarakat Rempang Jadi Tersangka

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media