Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Berinteraksi dengan Anak Autis, Psikolog UGM: Panggillah Namanya Sebelum Bicara

Anak dengan autis mempunyai kendala dalam berkomunikasi, sehingga perlu tips dan trik untuk berinteraksi dengannya.

Jumat, 8 April 2022
A A
Ilustrasi anak autis bersama ayahnya. Foto gpalmisanoadm/pixabay.com.

Ilustrasi anak autis bersama ayahnya. Foto gpalmisanoadm/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kalau kita ketemu orang berbeda budaya misalnya, kita akan lebih mudah berkomunikasi dengannya jika menemukan hal yang sama. Anak-anak juga begitu,” jelas Titik.

Baca Juga: Puasa Bikin Tubuh Lemas dan Lapar? Coba Cek Menu Sahur Anda

Ketika ingin berbicara dengan mereka, yang harus dilakukan pertama kali adalah memastikan dia memperhatikan kita.  Anda bisa menggunakan trik untuk memanggil namanya terlebih dahulu sebelum berbicara. Semisal, Atha, waktunya makan. Sangat tidak dianjurkan Anda memanggil namanya di akhir kalimat, seperti “waktunya makan, Atha”.

“Sebab, anak bisa kehilangan (lupa) pesan sebelumnya karena dia baru menyadari pesan tersebut diperuntukkan untuknya,” papar Titik.

Anda juga dianjurkan untuk melakukan kontak mata dengan si anak. Dan duduk di depan mereka agar posisi mata anda dengan si anak sejajar.

Kedua, gunakanlah kalimat pendek ketika berbicara dengan mereka.

Baca Juga: Penderita TBC Laten Tak Bergejala, Pemerintah Gelar Skrining Tahun Ini

“Usahakan ada jeda 6-10 detik antar satu kalimat dengan kalimat berikutnya. Kalau kita terburu-buru mengatakannya, mereka bisa jadi kacau. Mereka butuh 6-10 detik untuk memproses setiap kalimat,” tutur Titik.

Ketiga, gunakan petunjuk visual ketika berbicara dengan mereka. Lantaran meskipun anak-anak autis memiliki kekurangan dalam berbahasa, sebaliknya mereka mempunyai kelebihan dalam visualisasi. Mereka akan lebih cepat mencerna sesuatu ketika hal itu tampak oleh mata mereka.

“Kita ngomong makan mungkin mereka tak paham. Tapi kalau mereka melihat benda piring dan ada nasi disitu, (mereka akan berpikir) oh berarti ini makan. Kalau ini sering kita ulang-ulang (berbicara kepada mereka sambil memperlihatkan visual), lama-lama mereka bisa menangkap suara (bunyi) makan itu artinya makan. Ada makna aku bisa kenyang,” papar Titik. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anak dengan autisautisberbahasa dan berkomunikasiinteraksi sosialPsikolog UGMRSA UGM

Editor

Next Post
Pusat gempa Magnitudo 5,1 melanda Tolikara, Provinsi Papua pada Jumat, 8 April 2022, pukul 19.32 WIB. Foto BMKG.

Gempa Darat Guncang Papua dan Sulawesi Selatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media