Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bunga Bangkai dan Julang Emas, Identitas Flora Fauna TWA Sibolangit

Kawasan TWA/CA Sibolangit menjadi habitat Julang Emas, karena mencukupi kebutuhan satwa pemakan buah-buahan ini.

Senin, 7 April 2025
A A
Burung julang emas. Foto jagatsatwanusantara.id.

Burung julang emas. Foto jagatsatwanusantara.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit berada di Sumatra Utara. TWA ini mempunyai identitas flora maupun fauna yang khas, yaitu Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium) dan Burung Julang Emas (Rhyticeros undulatus).

Petugas Resort TWA Sibolangit, Cristian Habinsaran Silalahi menjelaskan, Bunga Bangkai yang disebut juga dengan Suweg Raksasa, pertama kali ditemukan di Sibolangit sekitar tahun 1920-an. Kemudian, pada 1995, bunga ini tumbuh sempurna dengan tinggi mencapai 210 cm.

Bunga raksasa itu kerap muncul dan tumbuh di kawasan TWA/CA Sibolangit. Akibat pesona dan keunikan bunga ini, Bunga Bangkai menjadi salah satu identitas flora di kawasan itu.

Baca juga: Atasi Sampah Plastik, The Bananabees ITB Ciptakan Pembalut dari Pelepah Pisang

Cristian menjelaskan, Bunga Bangkai merupakan salah satu jenis bunga yang unik yang tumbuh di Indonesia. Selain bunganya tinggi dan besar, saat mekar pun bunga ini mengeluarkan aroma bau bangkai yang bisa tercium sampai beberapa meter.

Bunga ini muncul dari dalam tanah, karena berasal dari umbi tumbuhan. Masa perkembangan bunga sangat tergantung pada umbi yang ada di dalam tanah. Perkembangan bunga yang dimulai sejak berbentuk kuncup, mekar hingga menjadi layu kembali diperkirakan berlangsung kurang lebih 2 bulan.

Sedangkan Julang Emas termasuk dalam famili Bucerotidae, seperti rangkong, enggang, julang dan kangkareng. Di Indonesia, Julang Emas dapat ditemukan di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali dan beberapa pulau lepas pantai.

Baca juga: Kukuk Seloputo, Hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bunga bangkaiburung Julang Emaskeanekaragaman hayatiTaman Wisata Alam Sibolangit

Editor

Next Post
Ilustrasi slow tourism yang tidak melibatkan turis massal. Foto NamibianHeart/pixabay.com.

Slow Tourism, Konsep Pariwisata yang Mendukung Keberlanjutan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media