Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bunga Bangkai dan Julang Emas, Identitas Flora Fauna TWA Sibolangit

Kawasan TWA/CA Sibolangit menjadi habitat Julang Emas, karena mencukupi kebutuhan satwa pemakan buah-buahan ini.

Senin, 7 April 2025
A A
Burung julang emas. Foto jagatsatwanusantara.id.

Burung julang emas. Foto jagatsatwanusantara.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Ada beberapa fakta menarik dari satwa ini. Julang emas dikenal dengan monogami, yaitu setia pada pasangannya. Ketika tidak dalam masa bertelur, pasangan julang emas akan bersama dalam kelompok kecil. Sedangkan saat betina bertelur sampai telur menetas, sang jantan akan setia mensuplai makanan kepada pasangannya.

“Kehadiran Julang Emas ternyata menjadi indikator hutan yang sehat dan terjaga,” kata Cristian.

Hutan juga membutuhkan spesies ini untuk dapat lestari. Dengan daya jelajahnya yang luas, ia dapat membantu penyebaran berbagai benih tumbuhan. Regenerasi vegetasi hutan dapat terjadi secara alami melalui benih tumbuhan sisa makanan atau yang terkandung pada fesesnya.

Baca juga: Potensi Lumut Kerak untuk Bumbu Masakan hingga Antbiotik

Kini Julang Emas memiliki status konservasi Vulnarable alias rentan punah. Hilangnya kawasan hutan menjadi ancaman hilangnya habitat Julang Emas. Ia juga terancam dari perburuan liar karena bentuk paruhnya yang unik.

Kawasan TWA/CA Sibolangit menjadi habitat Julang Emas, karena kawasan ini mencukupi kebutuhan pakan satwa pemakan buah-buahan ini. Apabila kawasan rusak tentunya akan berdampak pada Julang Emas yang tidak mendapatkan lagi sumber pakannya.

Oleh karena itu, perlu upaya-upaya menjaga kelestarian kawasan beserta keanekaragaman hayati agar tetap terjaga dan lestari. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bunga bangkaiburung Julang Emaskeanekaragaman hayatiTaman Wisata Alam Sibolangit

Editor

Next Post
Ilustrasi slow tourism yang tidak melibatkan turis massal. Foto NamibianHeart/pixabay.com.

Slow Tourism, Konsep Pariwisata yang Mendukung Keberlanjutan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media