Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cara Pemulihan Ekosistem Terumbu Karang Lewat Mikrofragmentasi

IPB University sudah mengembangkan metode fragmentasi karang sejak akhir tahun 1990-an yang menjadi titik awal pengembangan transplantasi karang di Indonesia.

Jumat, 11 Oktober 2024
A A
Terumbu karang di Gili Meno, NTB yang mengalami kerusakan. Foto Walhi NTB.

Terumbu karang di Gili Meno, NTB yang mengalami kerusakan. Foto Walhi NTB.

Share on FacebookShare on Twitter

Kelima, teknik pemantauan kesehatan karang di nursery. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan untuk memantau kesehatan karang, memastikan fragmen karang yang dipelihara tetap sehat dan dapat tumbuh dengan baik.

Pelatihan ini berhasil menghasilkan lebih dari 1.000 fragmen karang dengan ukuran berkisar antara 1 hingga 3 cm. Fragmen-fragmen ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperbaiki kondisi ekosistem terumbu karang di Pulau Pramuka dan wilayah sekitarnya, yang selama ini mengalami kerusakan signifikan.

Dosen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Beginer Subhan menjelaskan, IPB University sudah mengembangkan metode fragmentasi karang sejak akhir tahun 1990-an yang menjadi titik awal pengembangan transplantasi karang di Indonesia. Saat ini, metode mikrofragmentasi dapat dilakukan lebih efektif karena peralatan dan teknologi sudah mendukung.

Baca Juga: Kapal Singapura Diduga Curi 100 Ribu Meter Kubik Pasir Laut di Perairan Batam

“Ini pengalaman baru dan metode yang baru kami lakukan. Selama ini kami hanya bisa melihat di tayangan video dari berbagai media sosial. Dengan pelatihan ini, kami bisa langsung mempraktikkan teknik yang sebenarnya,” ungkap Gian, salah satu peserta dari Komunitas Smiling Coral Indonesia.

Menurut Beginer, program pelatihan ini adalah bagian dari komitmen IPB University melalui Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) untuk terus mendukung pelestarian lingkungan laut dan pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan keterlibatan aktif para dosen serta antusiasme komunitas lokal, diharapkan restorasi karang dapat semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam memulihkan terumbu karang Indonesia yang terdampak perubahan iklim dan aktivitas manusia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IPB Universitykerusakan terumbu karangKomunitas Smiling Coral Indonesiapelatihan mikrofragmentasi karangpemutihan karang

Editor

Next Post
Masyarakat pesisir Indonesia membwa pasir kuarsa simbol penolakan penambangan pasir laut di depan Kantor KKP, 10 Oktober 2024. Foto Dok. Kiara.

Masyarakat Pesisir Minta Menteri KKP Baru Magang di Kampung Pesisir

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media