Minggu, 20 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Christopher Stremme: EEHV Jadi Penyebab Kematian Misterius Anak Gajah

Anak gajah yang mati mendadak sehingga terkesan misterius ternyata kebanyakan disebabkan virus. Seperti apa virus yang dimaksud?

Selasa, 19 September 2023
A A
Spesialis Kesehatan dan Konservasi Satwa Liar Universitas Syiah Kuala, Christoper Stremme DVM. Foto ildlife.usk.ac.id.

Spesialis Kesehatan dan Konservasi Satwa Liar Universitas Syiah Kuala, Christoper Stremme DVM. Foto ildlife.usk.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Penyebab kematian paling utama adalah kehilangan cairan dari pembuluh darah,” tutur Christoper.

Belum Ada Vaksin
Belum ada vaksin yang efektif untuk Elephant Herpesvirus, sehingga dalam upaya konservasi gajah pawang maupun tim veteriner perlu melakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Pengecekan auskultasi dapat dilakukan untuk anak gajah di bawah 1 ton, selebihnya dinding abdomen terlalu tebal untuk ditembus oleh stetoskop. Bagian penting lain yang dapat dilihat secara visual adalah pengecekan mulut.

“Minimal sekali seminggu mengecek lesi maupun ptechie dari mulut. Setiap auskultasi jantung dalam kondisi dan waktu yang sama lebih dari 1 ton dinding abdomen terlalu tebal,” imbuh dia.

Baca Juga: Pemerintah Pilih Kebijakan Ekonomi Ekstraktif, Untung Tapi Merusak Lingkungan

Pengecekan laboratorium sederhana yang harus rutin dilakukan adalah dengan reguler mengambil sampel darah untuk mengukur hematokrit. Jika indikator hematokrit naik, maka cairan darah berkurang. Selain itu, apabila ditemukan gejala sekecil apapun, tim konservasi maupun veteriner perlu waspada. Dugaan tersebut harus disikapi dengan tindakan pengobatan awal. Jangan menunggu hingga terjadi kebocoran pembuluh darah (hemorrhagic disease).

“Awas bila ada gejala ringan yang nampak. Kita juga harus sense jika anak gajah ada perubahan perilaku. Jangan ditunggu pengobatan saat parah karena perkembangan penyakit cepat dan tiap menit sangat berarti,” kata Christoper. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anak gajahEEHVElephant endotheliotropic herpesviruseskematian mendadakkonservasi gajahpembuluh darahpost mortemSpesialis Kesehatan dan Konservasi Satwa Liar Universitas Syiah Kuala Christopher Stremme

Editor

Next Post
Pembukaan The 4th Workshop of Blue Carbon Hub Think Thank - IORA di Bali. Foto Dok. Kemenko Marves.

Ekosistem Karbon Biru Diklaim Dukung Keberlanjutan Ekonomi Biru

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media