Jumat, 3 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Disebut Bunga Bangkai, Ini Asal Baunya

Amorphophallus titanum disebut juga bunga bangkai karena baunya busuk. Dari mana bau itu dan mengapa?

Sabtu, 6 Mei 2023
A A
Bunga bangkai. Foto Dok. BRIN.

Bunga bangkai. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc) yang menjadi salah satu koleksi Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Jawa Barat mekar sempurna di penghujung libur lebaran 2023. Waktu mekar bunga tersebut sesuai prediksi Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Destri yang memperkirakan pada akhir April.

Menurut data hasil pemantauan Unit Registrasi Pengelolaan Koleksi Ilmiah Kebun Raya Cibodas, tahapan bunga bangkai mekar berawal dari kemucuan tunas yang teramati pada 1 Maret 2023. Spata atau daun pelindung mulai membuka pada 26 April 2023 pukul 18.30 WIB. Kemudian mekar sempurna pada 27 April 2023 pukul 02.57 WIB.

Sejak tumbuh di sana, individu bunga bangkai tersebut diketahui telah mekar tiga kali. Namun ketinggian bunga tersebut tidak seperti biasanya. Sebelumnya, rata-rata ketinggian bunga mencapai lebih dari tiga meter. Kali ini tinggi bunga hanya 210 cm dan diameter spata 58 cm.

Baca Juga: Gempa Dalam di Laut Flores 5,3 Magnitudo Dipicu Slab Pull Lempeng Indo Australia

Destri menduga ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Pihaknya akan melakukan pengamatan.

“Pengamatan terhadap individu tanaman ini akan tetap dilanjutkan, walaupun bunga sudah mekar dan layu,” terang Destri.

Bunga bangkai tersebut berasal dari Sungai Manau, Batang Suliti, Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera Barat yang dikoleksi almarhum R. Subekti Purwantoro dan koleganya. Kemudian disemai dan ditanam di Kebun Raya Cibodas pada 2000 dan menjadi koleksi di sana bernomor koleksi 76 G.

Baca Juga: KKI Biota Laut Gondol Menjadi Lokasi Riset Ocean Farming

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Amorphophallus titanumBRINbunga bangkaiInternational Union for Conservation of Nature

Editor

Next Post
Salah satu rumah adat gadang di Sumatera Barat. Foto dispar.sumbarprov.go.id.

Menjelajah Sumatera Barat dari Bentang Alam hingga Rumah Gadang Kuno

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media