Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Disebut Bunga Bangkai, Ini Asal Baunya

Amorphophallus titanum disebut juga bunga bangkai karena baunya busuk. Dari mana bau itu dan mengapa?

Sabtu, 6 Mei 2023
A A
Bunga bangkai. Foto Dok. BRIN.

Bunga bangkai. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc) yang menjadi salah satu koleksi Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Jawa Barat mekar sempurna di penghujung libur lebaran 2023. Waktu mekar bunga tersebut sesuai prediksi Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Destri yang memperkirakan pada akhir April.

Menurut data hasil pemantauan Unit Registrasi Pengelolaan Koleksi Ilmiah Kebun Raya Cibodas, tahapan bunga bangkai mekar berawal dari kemucuan tunas yang teramati pada 1 Maret 2023. Spata atau daun pelindung mulai membuka pada 26 April 2023 pukul 18.30 WIB. Kemudian mekar sempurna pada 27 April 2023 pukul 02.57 WIB.

Sejak tumbuh di sana, individu bunga bangkai tersebut diketahui telah mekar tiga kali. Namun ketinggian bunga tersebut tidak seperti biasanya. Sebelumnya, rata-rata ketinggian bunga mencapai lebih dari tiga meter. Kali ini tinggi bunga hanya 210 cm dan diameter spata 58 cm.

Baca Juga: Gempa Dalam di Laut Flores 5,3 Magnitudo Dipicu Slab Pull Lempeng Indo Australia

Destri menduga ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Pihaknya akan melakukan pengamatan.

“Pengamatan terhadap individu tanaman ini akan tetap dilanjutkan, walaupun bunga sudah mekar dan layu,” terang Destri.

Bunga bangkai tersebut berasal dari Sungai Manau, Batang Suliti, Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera Barat yang dikoleksi almarhum R. Subekti Purwantoro dan koleganya. Kemudian disemai dan ditanam di Kebun Raya Cibodas pada 2000 dan menjadi koleksi di sana bernomor koleksi 76 G.

Baca Juga: KKI Biota Laut Gondol Menjadi Lokasi Riset Ocean Farming

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Amorphophallus titanumBRINbunga bangkaiInternational Union for Conservation of Nature

Editor

Next Post
Salah satu rumah adat gadang di Sumatera Barat. Foto dispar.sumbarprov.go.id.

Menjelajah Sumatera Barat dari Bentang Alam hingga Rumah Gadang Kuno

Discussion about this post

TERKINI

  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media