Rabu, 18 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Disebut Bunga Bangkai, Ini Asal Baunya

Amorphophallus titanum disebut juga bunga bangkai karena baunya busuk. Dari mana bau itu dan mengapa?

Sabtu, 6 Mei 2023
A A
Bunga bangkai. Foto Dok. BRIN.

Bunga bangkai. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc) yang menjadi salah satu koleksi Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Jawa Barat mekar sempurna di penghujung libur lebaran 2023. Waktu mekar bunga tersebut sesuai prediksi Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Destri yang memperkirakan pada akhir April.

Menurut data hasil pemantauan Unit Registrasi Pengelolaan Koleksi Ilmiah Kebun Raya Cibodas, tahapan bunga bangkai mekar berawal dari kemucuan tunas yang teramati pada 1 Maret 2023. Spata atau daun pelindung mulai membuka pada 26 April 2023 pukul 18.30 WIB. Kemudian mekar sempurna pada 27 April 2023 pukul 02.57 WIB.

Sejak tumbuh di sana, individu bunga bangkai tersebut diketahui telah mekar tiga kali. Namun ketinggian bunga tersebut tidak seperti biasanya. Sebelumnya, rata-rata ketinggian bunga mencapai lebih dari tiga meter. Kali ini tinggi bunga hanya 210 cm dan diameter spata 58 cm.

Baca Juga: Gempa Dalam di Laut Flores 5,3 Magnitudo Dipicu Slab Pull Lempeng Indo Australia

Destri menduga ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Pihaknya akan melakukan pengamatan.

“Pengamatan terhadap individu tanaman ini akan tetap dilanjutkan, walaupun bunga sudah mekar dan layu,” terang Destri.

Bunga bangkai tersebut berasal dari Sungai Manau, Batang Suliti, Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera Barat yang dikoleksi almarhum R. Subekti Purwantoro dan koleganya. Kemudian disemai dan ditanam di Kebun Raya Cibodas pada 2000 dan menjadi koleksi di sana bernomor koleksi 76 G.

Baca Juga: KKI Biota Laut Gondol Menjadi Lokasi Riset Ocean Farming

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Amorphophallus titanumBRINbunga bangkaiInternational Union for Conservation of Nature

Editor

Next Post
Salah satu rumah adat gadang di Sumatera Barat. Foto dispar.sumbarprov.go.id.

Menjelajah Sumatera Barat dari Bentang Alam hingga Rumah Gadang Kuno

Discussion about this post

TERKINI

  • Pencemaran di sungai-sungai di Jabodetabek. Foto Dok. Walhi.Pencemaran Sungai-sungai di Jabodetabek Berulang Setiap Tahun
    In Lingkungan
    Selasa, 17 Februari 2026
  • Padang lamun. Foto ugm.ac.id.Ada 16.312 Data Keanekaragaman Hayati Kurun 2020-2024 di Indonesia
    In Rehat
    Selasa, 17 Februari 2026
  • Air melimpas ke jalan raya Purwodadi-Semarang, akibat tanggul tidak mampu menampung debit air di Dusun Mlati, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin, 16 Februari 2026. Foto BPBD Kabupaten Grobogan.Banjir Rendam 34 Desa di Grobogan, Beberapa Tanggul Jebol
    In Bencana
    Senin, 16 Februari 2026
  • Peneliti BRIN melakukan penelitian di Sungai Cisadane. Foto Dok. BRIN.Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Peneliti BRIN Bagikan Strategi Mitigasi Darurat
    In Lingkungan
    Senin, 16 Februari 2026
  • Citra satelit terkait potensi monsun Asia yang menguat. Foto Dok. BMKG.Monsun Asia Menguat, Waspada Potensi Hujan Lebat di Aceh hingga Papua
    In News
    Minggu, 15 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media