Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

DPR: Pemerintah Harus Infokan Peta Persebaran Kasus Hepatitis Akut

Senin, 9 Mei 2022
A A
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani . Foto dpr.go.id.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani . Foto dpr.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani meminta pemerintah menggencarkan penelitian dan pemeriksaan spesimen terkait kemunculan hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak. Pemeriksaan spesimen penting agar pemerintah tidak salah langkah mengantisipasi penyebaran hepatitis misterius yang sudah menyerang banyak negara.

“Pemerintah memberi informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai penyakit ini,” kata Netty dalam siaran pers, Senin, 9 Mei 2022.

Baca Juga: Jokowi Sampaikan Arahan Pascalibur Lebaran: PPKM Tetap Berlanjut

Penjelasan gamblang harus diberikan kepada masyarakat agar mereka tidak panik, melainkan tetap waspada. Pemerintah juga diminta mengantisipasi beredarnya informasi hoaks mengenai penyakit hepatitis, misalnya kabar yang menyebut hubungan penyakit ini dengan vaksinasi Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga menginformasikan peta penyebaran kasus, upaya yang dilakukan pemerintah, dan kesiapan sistem kesehatan dalam melakukan antisipasi lonjakan kasus.

“Agar rakyat dapat berpartisipasi aktif melakukan pencegahan,” ujar Netty.

Baca Juga: Hepatitis Akut Serang Saluran Cerna dan Pernafasan, Pakar: Terapkan Prokes 5M

Selain itu, ia juga mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan supaya hepatitis akut misterius itu dapat tertangani apabila kasusnya melonjak.

Awal Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait 228 kasus hepatitis yang terjadi  di 20 negara. Indonesia salah satunya. Hingga saat ini, WHO dan banyak negara masih melakukan investigasi terhadap penyebab dan perkembangan penyakit hepatitis misterius tersebut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next

Editor

Next Post
Ilustrasi suhu panas terik. Foto BMKG

Ini Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas Terik yang Terjadi

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media