Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

DPR: Pemerintah Harus Infokan Peta Persebaran Kasus Hepatitis Akut

Senin, 9 Mei 2022
A A
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani . Foto dpr.go.id.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani . Foto dpr.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani meminta pemerintah menggencarkan penelitian dan pemeriksaan spesimen terkait kemunculan hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak. Pemeriksaan spesimen penting agar pemerintah tidak salah langkah mengantisipasi penyebaran hepatitis misterius yang sudah menyerang banyak negara.

“Pemerintah memberi informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai penyakit ini,” kata Netty dalam siaran pers, Senin, 9 Mei 2022.

Baca Juga: Jokowi Sampaikan Arahan Pascalibur Lebaran: PPKM Tetap Berlanjut

Penjelasan gamblang harus diberikan kepada masyarakat agar mereka tidak panik, melainkan tetap waspada. Pemerintah juga diminta mengantisipasi beredarnya informasi hoaks mengenai penyakit hepatitis, misalnya kabar yang menyebut hubungan penyakit ini dengan vaksinasi Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga menginformasikan peta penyebaran kasus, upaya yang dilakukan pemerintah, dan kesiapan sistem kesehatan dalam melakukan antisipasi lonjakan kasus.

“Agar rakyat dapat berpartisipasi aktif melakukan pencegahan,” ujar Netty.

Baca Juga: Hepatitis Akut Serang Saluran Cerna dan Pernafasan, Pakar: Terapkan Prokes 5M

Selain itu, ia juga mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan supaya hepatitis akut misterius itu dapat tertangani apabila kasusnya melonjak.

Awal Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait 228 kasus hepatitis yang terjadi  di 20 negara. Indonesia salah satunya. Hingga saat ini, WHO dan banyak negara masih melakukan investigasi terhadap penyebab dan perkembangan penyakit hepatitis misterius tersebut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next

Editor

Next Post
Ilustrasi suhu panas terik. Foto BMKG

Ini Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas Terik yang Terjadi

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media