Selasa, 11 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ekosistem Pesisir Lebih Potensial Atasi Emisi Karbon

Ekosistem pesisir dinilai lebih potensial mengatasi, mengurangi emisi karbon di banding hutan daratan, dan menjadi faktor penting pencegahan perubahan iklim.

Senin, 18 April 2022
A A
Penanaman mangrove oleh TBMM Humerus UII di Pantai Samas. Foto uii.ac.id.

Penanaman mangrove oleh TBMM Humerus UII di Pantai Samas. Foto uii.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Dan, selama tahun 2020 kita sudah menanam 39.970 hektar. Jadi kita sudah menanam lebih dari 80 ribu hektar. Seperti arahan Bapak Presiden, akan dilakukan penanaman sampai 600 ribu hektar lebih,” kata Menteri Siti.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono juga menghadiri workshop blue carbon, mengungkapkan, saat ini dihadapkan pada satu sisi masalah menjaga ekologi, di sisi lain ekonomi juga harus tumbuh dan berkembang, karena desakan pertumbuhan manusia yang terus meningkat. Sakti menegaskan, kementerian yang ia pimpin bersama Kementerian LHK saling mendukung untuk bersama-sama menjaga ekosistem alam, khususnya ekosistem kelautan.

Baca Juga: 3 Gempa Jenis Dangkal Guncang Kepulauan Yapen Papua

“Melalui workshop ini salah satunya, membuat terobosan-terobosan untuk menjaga lingkungan laut yang diyakini lebih besar dalam penyerapan emisi karbon,” kata Sakti.

Menteri Sakti menerangkan, sejumlah strategi penguatan blue carbon di antaranya memperluas dan menjaga secara ketat kawasan konservasi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Perlu adanya penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan, serta penataan pemanfaatan ruang laut dan pulau-pulau kecil yang mengutamakan perlindungan ekosistem.

Workshop ini digelar secara seri setiap bulannya hingga Juni 2022 mendatang, dengan menghadirkan para pakar, pemangku wilayah dan kebijakan. [WLC01]

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: carbon blueekosisitem pesisiremisiEmisi karbonKawasan mangroveKementerian Kelautan dan PerikananKementerian LHKperubahan iklim

Editor

Next Post
Salah satu rumah warga yang terdampak gempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Senin, 18 April 2022. Foto Dok BNPB

Gempa Halmahera Utara Rusak 101 Rumah, Ini Penyebab Gempa

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media