Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Fenomena Blood Moon 7-8 September 2025 adalah Salah Satu yang Terlama

Sejumlah daerah di Asia, Australia, Afrika, dan Eropa menyaksikan fenomena ini pada 7-8 September 2025, kecuali Benua Amerika karena di sana siang hari.

Senin, 8 September 2025
A A
Ilustrasi blood moon. Foto adege/pixabay.com.

Ilustrasi blood moon. Foto adege/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain keindahan visual, GBT juga memiliki dimensi edukatif. Thomas mendorong masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai bahan belajar astronomi. Keteraturan orbit bulan mengitari bumi dan bumi bersama bulan mengitari matahari yang memungkinkan prakiraan waktu kejadian gerhana.

“Ini bukan sekadar tontonan, tetapi momentum untuk mengenal mekanika benda langit, orbit Bulan, dan konfigurasi Bumi-Matahari-Bulan,” tutur dia.

Selain itu, kelengkungan bayangan Bumi di Bulan membuktikan Bumi yang bulat. Bukan datar.

Baca juga: Sekitar 360 ha Sawit Ilegal di Leuser Ditumbangkan untuk Pulihkan Fungsi Hutan

Sejumlah daerah di Asia, Australia, Afrika, dan Eropa menyaksikan GBT ini. Hanya Indonesia dan negara-negara di Asia tenggara dan timur yang dapat menyasikan secara penuh rangkaian GBT. Lainnya hanya menyaksikan GBT saat proses awal atau proses akhir. Sementara benua Amerika tidak dapat mengamatinya karena di sana siang hari.

Berdasarkan catatan Tim Kerja Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada empat kali gerhana sepanjang 2025. Meliputi Gerhana Bulan Total pada 14 Maret 2025 dengan fase akhir dapat diamati dari sedikit wilayah di Indonesia Timur dan 7 September 2025 yang dapat diamati dari Indonesia.

Kemudian Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 29 Maret 2025 dan 21 September 2025 yang keduanya tidak dapat diamati dari Indonesia.

Baca juga: Alasan Campak Dapat Meyebabkan Kematian dan Wabah

Untuk Gerhana Bulan Total 7 September 2025, total durasi mulai dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir adalah 5 jam 29 menit 48 detik. Adapun durasi parsialitas, yaitu lama waktu dari fase gerhana sebagian mulai hingga gerhana sebagian berakhir terjadi selama 3 jam 20 menit 2 detik.

Sedangkan durasi totalitas Gerhana Bulan Total 7 September 2025 berlangsung selama 1 jam 22 menit 56 detik. [WLC02]

Sumber: BRIN, BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: blood moonBMKGBRINgerhana bulan total

Editor

Next Post
Lokasi korservasi badak Jawa di Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA). Foto Dok. Kementerian Kehutanan.

Penyelamatan Badak Jawa-Sumatera Tak Hanya Konservasi Kawasan, Juga Konservasi Genetik

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media