Gempa ketiga hari ini terjadi di wilayah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, pada pukul 15.52 WIB. Pada laman BMKG, dijelaskan, gempa Kaur dengan magnitudo 5,1 berpusat di laut pada koordinat 4.91 Lintang Selatan-102.92 Bujur Timur, berjarak 49 kilometer barat daya Kaur, pada kedalaman 20 kilometer.
Gempa Kaur magnitudo 5,1 dirasakan dengan intensitas skala II hingga III MMI di Kabupaten Kaur. Getaran gempa Kaur, Bengkulu, juga dirasakan di Kota Bengkulu, Kepahian, OKU Selatan, Liwa dan Krui dengan intensitas skala II MMI. BMKG menegaskan, gempa Kaur magnitudo 5,1 tidak berpotensi tsunami.
Plt. Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyatakan, gempa Kaur magnitudo 5,1 akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Lagi Ancaman Gempa Megathrust di Selatan Jawa, Siapkan Mitigasi
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” tulis Daryono di media akun sosialnya.
Pada Selasa malam, 23 Agustus 2022, pukul 21.31 WIB, Kabupaten Kaur dilanda lindu dengan magnitudi 6,5. Getaran gempa Kaur ini dirasakan cukup kuat oleh warga
“Cukup kuat, Pak. Ini dirasakan cukup kencang di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara,” kata BPBD Provinsi Bengkulu, Septi dalam siaran pers BNPB yang diterima Wanaloka.com, Selasa malam, 23 Agustus 2022.
Baca Juga: Melihat Fosil Hewan Zaman Purba di Museum Banjarejo
BMKG melaporkan pada pukul 17.28 WIB, terjadi gempa bumi di wilayah Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Gempa Bayah dengan magnitudo 4,3 merupakan jenis gempa dangkal berpusat di laut yang terletak di koordinat 7.28 Lintang Selatan-106.12 Bujur Timur, berjarak 41 kilometer barat daya Bayah, pada kedalaman 25 kilometer.
Gempa Bayah magnitudo 4,3 dirasakan dengan intensitas skala II hingga III MMI di wilayah Banjarsari, Bayah, Cijaku, dan Cibeber. [WLC01]







Discussion about this post